Membangun Daya Inovasi Anggota Koperasi Mahasiswa

Koordinator lembaga pelatihan di Yayasan Hasnur Centre. Guru Ekonomi di SMA Global Islamic Boarding School dan pegiat inkubator bisnis UMKM dan Koperasi di Wetland Box Incubator. Menulis di beberapa platform.
Tulisan dari Wawan Prasetyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Koperasi mahasiswa (KOPMA) hidup di tengah-tengah pesatnya pembangunan ekosistem zaman. Arus digitalisasi yang mengalir di berbagai tempat, tuntutan memproduksi inovasi secara massal hingga dorongan untuk selalu mengikuti arah angin yang sering berubah haluan. Daya inovasi anggota KOPMA merupakan syarat untuk turut meramaikan kemajuan zaman.
Bagaimana kemudian KOPMA tetap lestari dan relevan dengan zaman. Kuncinya adalah daya inovasi anggota.

Innovator koperasi Indonesia, Firdaus Putra menyampaikan bahwa inovasi akan lestari ketika ada innovator. Innovator yang dimaksud adalah anggota-anggota KOPMA yang notabene generasi paling dekat dan melek dengan kemajuan teknologi. Generasi ini pula yang dianggap paling cepat belajar ketika ada hal-hal yang bersifat kebaruan.
Bagaimana KOPMA membangun daya inovasi anggotanya?
Learn, Relearn dan Unlearn
Pengurus sebagai penyedia layanan KOPMA perlu memberikan wadah bagi anggotanya untuk merefleksikan kembali definisi-definisi koperasi yang relevan dengan zaman mulai dari:
Learn berarti anggota mendapat fasilitas dan informasi mengenai wajah-wajah koperasi terkini seperti startup coop dan flatform coop yang mulai menjamur di berbagai daerah di Pulau Jawa, Lampung hingga Banjarmasin.
Relearn mengandung makna bahwa kita perlu mempelajari kembali berbagai pengetahuan yang pernah kita "gali". Kita perlu mempelajari kembali prinsip-prinsip koperasi, asas-asas yang perlu diperhatikan hingga tujuan utama koperasi yang tidak lepas dari satu kepentingan yang sama.
Unlearn mendorong kita mengeliminasi pengetahuan-pengetahuan yang kurang relevan dan belum tentu dibutuhkan dalam rangka mengembangkan diri dan koperasi. Misalnya pengetahuan yang bersifat text book dan hanya hafalan.
Menjaga Kedalaman
Sebuah klub sepakbola dalam mencapai kesuksesannya dimulai dari keharmonisan ruang ganti pemain, efektivitas manajemen hingga kerja keras staf pelatih dan pemain. KOPMA juga perlu menjaga kedalaman dalam rangka meraih kemenangan-kemenangan di tiap tujuan jangka pendek dan jangka panjangnya. Perlu adanya figur yang bersahabat dengan para anggota, karyawan dan pengurus dalam rangka menjaga kekeluargaan. Selain itu tentu diperlukan figur-figur yang berperan sebagai agen yang konsisten berjejaring membangun relasi dan koneksi.
Memahami Visi
Setiap anggota memiliki cara pandang yang berbeda, sehingga perlu "menjodohkan" persepsi satu sama lain. Mengubah situasi dimulai dari mengubah diri sendiri, sebagaimana Pygmalion Effect yang merupakan teori pikiran menjadi kenyataan. Formulanya adalah persepsi mempengaruhi cara kita memandang dan cara kita memandang mempengaruhi cara kita berperilaku. Kesamaan persepsi terhadap visi dapat mempengaruhi perilaku kita dalam upaya memajukan KOPMA.
Laboratorium Bertumbuh
Kebaruan tidak akan tercipta tanpa adanya riset dan upaya memproduksi pengetahuan. Sehingga penting untuk kemudian menciptakan wadah yang ideal bagi anggota untuk membudayakan inovasi dan memberikan nilai lebih bagi mereka yang memikirkan pentingnya kebaruan dalam organisasi.
Empat langkah tersebut tidak menjadi masalah jika dilakukan secara acak. Mulailah dari hal yang paling memungkinkan.
Stephen R. Covey dalam bukunya menerangkan bahwa karakter maupun kepribadian sebagai fondasi kesuksesan. Kesuksesan merupakan fungsi kepribadian yang digambarkan melalui perilaku dan keterampilan.
Daya inovasi akan tercipta ketika setiap anggota memiliki perilaku dan keterampilan yang berorientasi pada kesuksesan organisasi. Semoga KOPMA mampu menjadi ekosistem yang tetap hidup dan relevan di zaman yang serba cepat.
