Pencarian populer
USER STORY
10 Mei 2018 19:23 WIB
..
..

'Tak Kenal maka Tak Sayang': Mengajarkan Toleransi lewat Hari Libur

Hampir setiap orang suka mendapatkan hari Libur. Di hari libur itu mereka bisa sejenak melupakan apa yang menjadi tanggung jawabnya sehari-hari. Anak-anak senang hari libur karena mereka tidak harus bangun pagi, ke sekolah, dan ah, apalagi kalau ulangan.

Orang-orang dewasa pun tidak harus terkantuk-kantuk duduk di kendaraan umum agar tiba di tempat pekerjaan tanpa terlambat. Semua bisa berleha-leha sejenak!

(Koleksi Komunitas Bhinneka - Jakarta)

Eh, ternyata, ada banyak hari libur nasional di enam bulan pertama lho. Bahkan, jumlah hari libur nasional dari Januari sampai dengan Juni 2018 dua kali lipat jumlah libur di enam bulan selanjutnya.

Yang lebih menarik adalah, ada hari raya enam agama besar di Indonesia yang menjadi hari libur di enam bulan pertama itu! Luar biasa ya, hari libur saja pun sudah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat menghargai Bhinneka Tunggal Ika.

(Koleksi Komunitas Bhinneka Jakarta)

Ada banyak hal menarik yang bisa kita gali dari hari-hari libur itu, yang membuat kita makin bangga sebagai bangsa Indonesia.

1. Cari Makna dan Nilai Luhur dari Hari Libur Tersebut

Sebentar lagi saudara-saudari kita yang beragama Buddha akan merayakan Waisak. Agama Buddha merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Dalam bahan pelajaran IPS di Sekolah Dasar, bahkan ada bagian yang membahas mengenai kerajaan-kerajaan Buddha di Indonesia.

Ada banyak sekali peninggalan kerajaan Buddha yang sangat mengagumkan. Tentu kita mengenal Candi Borobudur. Candi yang begitu megah dan terkenal di dunia ini dibangun pada zaman kerajaan Buddha.

Di Jambi, ada kompleks percandian di Muara Takus. Di Karawang, Jawa Barat ada kompleks percandian Batujaya yang usianya lebih tua dari Candi Borobudur! Apa saja ya, nilai-nilai luhur yang dapat kita pelajari bersama dari agama Buddha?

(Photo Ellen Victor Toeante)

Minggu depan, saudara-saudari kita yang beragama Islam akan memasuki bulan suci Ramadan, dan banyak dari mereka yang akan berpuasa selama satu bulan penuh.

Menariknya, ternyata, kebiasaan berpuasa bukan hanya dilakukan oleh yang beragama Islam. Banyak pemeluk agama lain pun berpuasa di waktu yang berbeda.

(Koleksi Komunitas Bhinneka)

Ada banyak nilai luhur yang dapat kita gali dari berpuasa. Dengan menahan diri dari lapar dan haus, sebetulnya seseorang sedang melatih dirinya untuk sabar. Orang-orang yang berpuasa dengan baik akan sadar bahwa setiap manusia begitu berharga di mata Sang Penciptanya, karena itu, dia belajar untuk saling menghargai dan mengasihi sesamanya.

2. Berwisatalah ke Rumah-rumah Ibadat Agama Lain

Sekarang ini, ada banyak komunitas yang menyelenggarakan wisata rumah ibadat. Tujuannya sangat baik, sebagai sesama bangsa Indonesia, yang sangat menghargai Bhinneka Tunggal Ika, tentu kita patut saling mengenal dan mengasihi. Dan tidak salah juga bila kita mengenal rumah ibadat mereka, toh, kita tidak berubah keyakinan karena kita mengunjungi mereka.

(Koleksi Komunitas Bhinneka Jakarta)

Tentu ada banyak komunitas yang sudah melakukannya, misalnya saja, Komunitas Bhinneka Jakarta, Komunitas Bhinneka Bandung, Kenali Jakarta, dan Beneran Indonesia. Selain itu, banyak lho, bunda-bunda yang melakukan playdate untuk mengunjungi rumah ibadat yang berbeda agama secara mandiri.

(Koleksi Kenali Nusantara)

3. Bertandanglah ke Rumah Saudara-saudarimu

Pada hari-hari raya yang besar, biasanya ada acara saling mengunjungi. Pasti banyak keseruan dan kehangatan yang kita bisa dapatkan bersama dari mengunjungi saudara-saudari kita yang berbeda iman, dan sedang merayakan hari besar mereka.

Oh, pastinya juga, ada banyak makanan pada hari raya itu di sana. Kalau tidak dapat bertandang karena jarak dan waktu, tidak ada salahnya kita saling mengucapkan selamat.

(Upacara Surduk dari Adat Batak)

Di hari libur yang bukan keagamaan pun kita bisa saja bertandang, dan bahkan menginap di rumah saudara-saudari kita yang berbeda agama lho. Saudara-saudari di sini kan bukan berarti ada hubungan darah, tapi, karena kita sebangsa dan setanah air, kita juga satu keluarga besar, bangsa Indonesia, kan?

(Koleksi Komunitas Bhinneka)

4. Ceritakan Nilai-nilai Luhur dan Hal-hal Baik yang Menjadi Kekuatan Bersama

Bangsa Indonesia bukankah bangsa yang apatis, pesimis, dan mudah dipecah belah. Generasi mudanya punya kapasitas yang sangat besar dan mampu menghasilkan hal-hal yang luar biasa positif.

Jadi, ketika kita sudah belajar mengenai nilai-nilai luhur dari agama-agama lain, kitapun akan makin yakin bahwa kita harus berjalan bersama-sama. Karena itu, bagikan cerita-cerita kebersamaan itu. Sebarkan foto-foto yang penuh kehangatan. Berbeda itu kan biasa. Bhinneka Tunggal Ika!

Guyub, ramah, mudah tersenyum, bukankah itu ciri bangsa Indonesia, yang dikenal dunia, dan yang sangat menghargai Bhinneka Tunggal Ika?

Yok, mari kita saling mengenal untuk saling mengasihi.

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: