Mengungkap Alasan Ilmiah di Balik Rasa Lapar Usai Berenang

- Dosen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Andalas - Auditor Halal
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Wellyalina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bagi banyak orang, berenang bukan hanya aktivitas fisik yang menyenangkan, tetapi juga sering kali diikuti oleh rasa lapar yang tak tertahankan. Fenomena ini telah dialami oleh banyak perenang, baik pemula maupun profesional. Tetapi, mengapa rasa lapar begitu kuat muncul setelah berenang? Apakah ini hanya kebetulan, atau ada penjelasan ilmiah di baliknya?

Pertama, penting untuk memahami bahwa berenang adalah olahraga yang melibatkan hampir seluruh otot tubuh. Ketika berenang, tubuh bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan, bergerak melawan resistensi air, dan mempertahankan suhu tubuh. Proses ini membutuhkan energi yang besar, yang berasal dari kalori yang kita konsumsi. Seiring dengan pembakaran kalori yang intens, tubuh merespons dengan memicu rasa lapar untuk menggantikan energi yang telah hilang.
Selain itu, suhu air memainkan peran penting dalam rasa lapar ini. Berenang di air dingin cenderung menyebabkan penurunan suhu tubuh. Untuk mengkompensasi penurunan ini, tubuh harus bekerja lebih keras untuk menghangatkan diri, yang membutuhkan lebih banyak energi. Akibatnya, tubuh mengirimkan sinyal rasa lapar sebagai cara untuk mendapatkan energi tambahan. Bahkan berenang di air yang tidak terlalu dingin tetap bisa memicu reaksi serupa, meskipun dalam skala yang lebih kecil.
Gambar. Mi (sumber: pixabay.com)Faktor lain yang mempengaruhi adalah perubahan hormon selama berenang. Studi menunjukkan bahwa berenang dapat meningkatkan produksi ghrelin, hormon yang merangsang nafsu makan. Peningkatan ghrelin ini berperan dalam rasa lapar yang kita rasakan setelah berenang.
Terakhir, berenang sering kali menjadi aktivitas yang menyegarkan dan membangkitkan selera makan. Bagi banyak orang, berenang dihubungkan dengan suasana santai, rekreasi, atau waktu luang yang menyenangkan, yang secara psikologis bisa meningkatkan keinginan untuk makan.
