Kesempitan Hidup: Tanda Kita Sedang Didekatkan Tuhan

saya mahasiswa UIN jakarta
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dwi Fauzan Sahrul tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hidup kadang nggak mudah. Masalah datang bertubi-tubi, isi dompet seret, mental capek, dan kita mulai bertanya: “Kapan semua ini selesai?”
Tapi tahu nggak? Bisa jadi justru di saat-saat seperti itu, Tuhan lagi paling sayang sama kita. Bukan karena Dia ingin nyakitin, tapi karena Dia tahu kita lagi butuh istirahat, butuh arah baru, dan butuh sadar bahwa dunia ini bukan segalanya.
Di tengah krisis dan tekanan hidup yang semakin kompleks, banyak yang berfikir kenikmatan itu hanya bisa dirasakian dalama kelapangan, kekayaan, dan kebebasan. Padahal kenikmataan dalam realitas hidup bisa kita rasakan dalam kesempitan. Dalam islam kesempitan hidup sering terjadi sarana mendekan kepada tuhan, merenung, dan menemukan makna sejati
Dalam Al-Qur’an, Allah menyebutkan bahwa kesempitan didalam hidup kita, yang kita alami itu bisa menjadi ujian dan jalan pembelejaran:
“Dan sungguh kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, Kelaparan, kekeurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berilah kabar gembira kepada orang orang yang sabar.”
Jadi ayat ini menunjukan bahwa Allah swt menguji mahkluknya bukan sebuah hukuman. Didalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan bahwa musibah duniawi itu adalah “pemurni hati” dan “penyadaran akan ketergantungan menusia kepada Allah”
Banyak orang miskin secara materi, tetap hidup tenang, bersyukur, Dan penuh tawa. Sebaliknya banyak orang kaya yang hidupnya tidak tenang, kehilangan arah, sakit-sakitan, dan tidak merasa tercukupi. Jadi kebahagian hidup itu bukan ditentuin oleh uang melainkan apa yang bermakna di hidup kita dan syukuri tentang hidup kita bahwa kenikmatan sejati bukan pada jumlah kekayaan, melainkan pada rasa syukur dan makna yang kita temukan dalam hidup.
Kesempitan hidup bukanlah akhir dari hidup kita,meliainkan untuk menemukan jati diri kita, tujuan hidup kita, dan kedekatan dengan tuhan yang maha esa, kenikmatan dalam kesempitana itu bukan mitos banyak yang terjadi di dunia, apabila kita lakukan dengan sabar, bersyukur pasti akan ada kedepannya.
