Konten dari Pengguna

Terkadang Ejekan Adalah Pujian Yang Tak Rela Untuk Disampaikan

Widy

Widy

Tingginya langit belum kuasa digapai, dalamnya laut belum dapat dipijak, dan pikiran manusia tidak pernah berisi yang sama.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Widy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terkadang Ejekan Adalah Pujian Yang Tak Rela Untuk Disampaikan
zoom-in-whitePerbesar

Sumber Gambar: Google.com

Ada beberapa orang yang terlalu gengsi untuk memberikan tepukan di pundak sambil berkata “GOOD JOB!”, mengulurkan tangan sambil berucap “CONGRATS!”, bahkan sekedar memberikan apresiasi dengan mengucapkan “Terima kasih”. Perlakuan tersebut bisa didapat di mana pun, baik lingkungan kerja, pertemanan, bahkan (pasang muka kaget) orang tua.

Kaget (Foto: Giphy.com)
zoom-in-whitePerbesar
Kaget (Foto: Giphy.com)

Alasannya bisa macam-macam. Bisa jadi emang kerjaan kita yang jelek tapi kita ngerasa udah maksimal, bisa jadi karena kultur perusahaan yang beranggapan bahwa memuji hanya membuat kita lengah dan merasa cepat puas, atau – yang ingin gw bahas – bisa jadi kita udah kerja bagus tapi harus aja dicari kesalahannya dan dibesar-besarkan oleh si you-know-who.

Percaya atau engga, hal ini gw lihat sering terjadi, ga cuma di kehidupan kita sehari-hari, tapi terpampang jelas juga di media massa. Hanya untuk mempertahankan harga diri di depan para keluarga, teman, dan pendukung, kita ga segan-segan untuk mencari borok mereka, yang sebetulnya sudah berbicara, bertindak, dan berkarya secara luar biasa hebatnya. Rasanya perlu banget untuk merendahkan orang lain, demi merasa hebat dan berkuasa. This kind of people need to learn sportsmanship.

Gw selalu percaya bahwa untuk berbuat yang terbaik, kita tidak perlu teriak bahwa kita adalah yang terbaik, apalagi mengharapkan kita dibilang yang terbaik. Orang nyinyir pasti ada. Orang ga sportif pasti ada. Orang gengsian pasti ada.

Pernah dengan ungkapan “Orang yang berbicara di belakang kamu, berada tepat di posisinya. Di belakang kamu”? That’s it. Nothing else matters.

Jadi buat teman-teman yang sedang berusaha mengejar kebahagiaan: Go after your dreams and don’t stop. Belajar bedain mana kritik yang membangun, mana yang ga perlu didengar sama sekali.