Berhenti Memandang Ikan Impun Sebelah Mata, Potensi Ekspornya Nyata!

Blogger Bandung who loves digital marketing
Tulisan dari Widya Herma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ikan impun, demikianlah saya memanggil ikan tersebut. Ikan air tawar yang memiliki nama latin Poecilioides reticulatus ini seringkali ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Ikan yang satu ini rupanya memiliki begitu banyak nama panggilan, diantaranya ikan cere, cethul, jembling, cempli atau gendot dan masih banyak nama panggilan lainnya.
Sebenarnya, ikan ini memiliki kekerabatan dengan ikan guppy. Akan tetapi, ikan ini tidak cukup menarik perhatian para pecinta ikan hias. Mungkin karena ikan ini tidak memiliki kombinasi warna, seperti halnya ikan guppy. Selain itu, ikan impun juga bila diperhatikan, memang memiliki kemiripan dengan ikan mas, dari segi bentuknya. Itu sebabnya, dulu semasa kecil, saya sering menyebut ikan impun ini sebagai miniaturnya ikan mas.
Ikan ini cukup banyak mewarnai masa-masa kecil saya, karena memang tidak sulit untuk mencarinya. Ikan impun bahkan bisa ditemukan di sawah, sungai, parit hingga kolam. Saya jadi teringat masa kecil saya yang selalu saya habiskan untuk bermain di Sawah dan memancing di kolam milik nenek. Disitu saya melihat begitu banyak ikan impun, namun ikan impun ini seringkali tidak dimanfaatkan keberadaannya.
Hingga suatu ketika, waktu berlalu dan tibalah suatu hari dimana mama mertua saya memasak ikan impun goreng tepung yang begitu nikmat. Saya mencicipinya, dan sangat terkesan dengan rasanya yang begitu nikmat serta kemudahan untuk mengolahnya. Tidak seperti ikan dengan ukuran besar, yang harus melewati proses pembedahan terlebih dahulu agar bisa disantap dengan nikmat. Ikan impun justru hanya butuh dibersihkan saja dan bisa langsung diolah dengan bumbu yang diinginkan.
Semenjak mencicipi nikmatnya ikan impun, saya jadi tertarik dengan berbagai hal yang menjadi keunikan dari ikan impun, seperti memiliki kemampuan berkembang biak dengan jumlah yang sangat banyak.
Terbukti, sekali melahirkan, induk ikan impun bisa melahirkan burayak dengan jumlah mencapai 100 ekor, tetapi yang bertahan hidup biasanya hanya 30 ekor saja. Karena di tengah perjalanan hidupnya, burayak biasanya menjadi santapan ikan yang memiliki ukuran yang lebih besar. Dan ternyata, masa kehamilan induk ikan impun hanya membutuhkan waktu 30 hari saja. Uniknya lagi, dalam waktu beberapa jam setelah melahirkan, induk ikan impun bahkan sudah siap untuk dibuahi kembali.
Dan dengan jumlahnya yang melimpah itu, Indonesia berkesempatan untuk mengubah limpahan ikan impun menjadi limpahan berkah, dengan mengekspornya ke negara lain. Potensi ekspor terhadap ikan impun tentunya akan menjadi sangat luar biasa. Mengingat ikan ini juga memiliki ketahanan hidup yang baik, sehingga tidak sulit untuk mengembangbiakannya.
Kemudian, ikan ini juga mengandung banyak manfaat bagi kesehatan, lho. Diantaranya:
Menjaga kesehatan jantung
Mencegah penyakit kulit dermatitis
Mengobati sakit tenggorokan
Mencegah katarak
Menguatkan tulang karena mengandung fosfor
Dengan banyaknya manfaat baik dari ikan impun, pemerintah tentunya harus #BeraniEkspor ikan impun ke penjuru dunia, mengingat ikan impun ini akan menjadi komoditi ekspor yang menjanjikan. Terlebih dengan adanya dukungan dari Badan Karantina Pertanian yang telah #142KarantinaMelayani, Indonesia pasti bisa mengubah limpahan ikan impun menjadi limpahan berkah bagi bangsa ini.
Untuk itu, Inilah saatnya berhenti memandang ikan impun sebelah mata, meski kelihatannya hanya ikan kecil biasa, tapi pastinya.. bisa jadi potensi ekspor yang luar biasa.
