Kumparan Logo

Agrinas Pangan Catat 1.501 Orang Tak Lanjut Jadi Manajer Kopdes Merah Putih

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah siswa peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) memberikan hormat saat mengikuti pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Pusdik Armed, Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah siswa peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) memberikan hormat saat mengikuti pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Pusdik Armed, Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Polemik penempatan membuat 1.501 orang memutuskan tidak melanjutkan proses rekrutmen sebagai manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih/KDKMP).

Berdasarkan unggahan di laman Instagram Agrinas Pangan Nusantara, jumlah tersebut terdiri dari 969 orang yang menolak menandatangani offering letter (OL) dan 532 orang yang OL-nya kedaluwarsa.

“27.099 manajer KDKMP telah menandatangani offering letter, 969 menolak dan 532 kedaluwarsa,” tulis manajemen Agrinas Pangan Nusantara di laman Instagram resminya, dikutip Kamis (1/10).

Di sisi lain, manajemen Agrinas Pangan Nusantara menerima perwakilan 20 manajer Kopdes Merah Putih yang menyampaikan persoalan terkait penempatan kerja yang jauh dari domisili asal.

Sejumlah calon manajer Koperasi Merah Putih meluapkan kegembiraan usai upacara penutupan Diklat Bela Negara SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (31/7). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Salah satu perwakilan manajer Kopdes Merah Putih, Ai Nuryanti, mengatakan para manajer meminta evaluasi terkait penempatan tersebut. Menurut dia, banyak manajer yang ditempatkan jauh dari domisili asal.

“Harapan kami itu saya meminta untuk evaluasi dulu Pak, masalah penempatan karena kita ini kebanyakan ya dari beberapa ribu orang ini penempatanya tidak sesuai dengan domisili Pak seperti saya halnya, saya memiliki KTP di Jakarta dan saya penempatan nya di Sulawesi, di Poso,” kata Nuryanti.

Nuryanti menilai manajer Kopdes Merah Putih seharusnya ditempatkan sesuai dengan domisili masing-masing. Dengan begitu, putra-putri daerah dapat ikut memajukan wilayahnya karena lebih memahami kondisi daerah setempat.

“Agrinas Pangan nusantara akan memperjuangkan para manajer KDKMP agar dapat bekerja optimal, bekerja sama dengan warga menggerakkan ekonomi desa,” tulis manajemen Agrinas Pangan Nusantara.

instagram embed