Airlangga Yakin Tudingan AS ke RI soal Transshipment Tak Pengaruhi Tarif Trump

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan tudingan bahwa Indonesia menjadi jalur transshipment barang asal China untuk menghindari tarif Amerika Serikat (AS) tidak akan mempengaruhi kesepakatan perdagangan Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia-AS.
Airlangga menjelaskan, ART Indonesia-AS masih menunggu proses lanjutan dari Section 301. Jika dalam proses tersebut terdapat penyempurnaan terhadap kesepakatan, pemerintah akan melakukan amandemen.
“Sepertinya tidak akan mempengaruhi ART, karena ART kita sudah tandatangani dan tinggal menunggu proses lanjutan dari Section 301. Kalau itu sudah ada penyempurnaan, akan ada amandemen. Kemudian proses berikutnya adalah ratifikasi masing-masing,” kata Airlangga di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (21/8).
Tudingan Indonesia menjadi jalur transshipment bagi barang asal China untuk menghindari tarif AS muncul dalam dokumen berjudul The Great Transshipment Scam yang dirilis AS pada Kamis (13/8). Transshipment merupakan praktik pemindahan barang dari satu negara ke negara lain melalui negara transit.
Dalam laporan tersebut, eksportir China disebut memanfaatkan pengemasan ulang dan pemalsuan asal barang melalui Indonesia serta puluhan negara lainnya untuk mendapatkan tarif impor yang lebih rendah di AS.
Airlangga mengatakan pemerintah belum mengambil langkah khusus terkait tudingan tersebut. Pemerintah masih memantau perkembangan isunya.
"Belum ada langkah apa-apa, jadi ya kita monitor aja. Tetapi apa yang disampaikan kan tidak sesuai dengan faktanya yang ada. (Tidak negosiasi karena) itu tidak termasuk dalam pembahasan yang sebelumnya,” jelasnya.
