Kumparan Logo

AS Larang Maskapai Iran Layani Penerbangan Internasional, Ini Dampaknya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Maskapai Iran. Foto: Travers Lewis/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Maskapai Iran. Foto: Travers Lewis/Shutterstock

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan seluruh maskapai penerbangan Iran resmi dikucilkan dari jalur penerbangan global mulai Rabu ini. Washington mengancam akan menjatuhkan sanksi sekunder—berupa pemutusan dari sistem keuangan dolar AS—kepada bandara, pemasok bahan bakar, perusahaan tiket, dan bisnis internasional mana pun yang masih melayani maskapai Iran.

Dikutip dari Aljazeera, Sabtu (26/9), langkah ini merupakan eskalasi kampanye ekonomi pemerintahan Donald Trump di tengah perang AS-Israel melawan Iran.

Penerbangan Iran Makin Terbatas

Kementerian Keuangan AS pada 8 September menjatuhkan sanksi terhadap 27 maskapai Iran yang sebelumnya belum masuk daftar sanksi. Iran Air dan Mahan Air juga telah lama menjadi sasaran sanksi AS, meski keduanya masih menjalankan operasi secara terbatas.

Sanksi terbaru turut menyasar individu dan perusahaan yang terkait dengan layanan serta pengadaan kebutuhan penerbangan Iran di Uni Emirat Arab, Turki, China, India, Inggris, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya.

Berakhirnya masa transisi pada 23 September membuat sejumlah negara menghentikan layanan kepada maskapai Iran. Kondisi tersebut menyebabkan hampir seluruh penerbangan maskapai Iran menuju Turki, Uni Emirat Arab, dan China dibatalkan.

Oman, Azerbaijan, dan Georgia juga termasuk negara yang menghentikan pemberian layanan wilayah udara maupun bandara kepada maskapai Iran. Di Irak, Bandara Baghdad dinyatakan tidak dapat digunakan maskapai Iran, meski penerbangan menuju Bandara Najaf masih beroperasi.

Penerbangan antara Iran dengan sejumlah pusat transit utama di Turki dan Uni Emirat Arab sebelumnya sudah banyak dihentikan akibat perang dan sanksi. Maskapai internasional juga sebagian besar menghentikan penerbangan ke Iran. Turkish Airlines menangguhkan penerbangan hingga setidaknya Maret 2027, sementara Qatar Airways, Emirates, dan Lufthansa juga menghentikan operasinya.

Industri Penerbangan Iran Tertekan

Para penumpang mengantre di aula terminal setelah penerbangan kembali beroperasi di Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran, Sabtu (25/4/2026). Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS

Perusahaan analisis penerbangan Cirium mencatat kapasitas penerbangan internasional Iran pada Agustus 2026 turun 49 persen dibandingkan Agustus 2025, meski terdapat sedikit pemulihan dibandingkan Juli.

Pakar penerbangan dan transit asal Iran, Mohammadreza Ebrahimpour, menuturkan industri penerbangan Iran sebenarnya sudah lama menghadapi kesulitan akibat sanksi AS. Maskapai Iran kesulitan memperoleh pesawat baru, suku cadang, bahan bakar, dan layanan perawatan.

Menurut Ebrahimpour, keputusan negara-negara tetangga untuk secara resmi menolak memberikan layanan kepada maskapai Iran merupakan tingkat baru penerapan sanksi yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang.

Padahal, Iran disebut memperoleh lebih dari USD 300 juta per tahun dari sektor tersebut. Dampaknya juga berpotensi meluas ke lapangan kerja. Ebrahimpour memperkirakan puluhan ribu pekerjaan di sektor penerbangan dan industri terkait, termasuk pariwisata dan perhotelan, dapat terdampak.

Warga Iran Beralih ke Jalur Darat

Penumpang berjalan di aula terminal setelah penerbangan kembali beroperasi di Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran, Sabtu (25/4/2026). Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS

Terhentinya penerbangan membuat ribuan penumpang beralih menggunakan jalur darat, terutama menuju Turki dan Armenia yang masih memiliki akses penerbangan internasional bagi warga Iran.

Kepadatan dilaporkan terjadi di perbatasan Bazargan dan Razi dengan Turki serta jalur darat menuju Yerevan, Armenia. Harga tiket bus dari Iran ke Turki bahkan dilaporkan mencapai empat kali lipat dari harga normal di pasar gelap akibat lonjakan permintaan.

Impor dan Sektor Kesehatan Ikut Terdampak

Pembatasan penerbangan berpotensi semakin mengganggu impor barang melalui jalur udara. Kondisi tersebut terjadi ketika jalur perdagangan laut Iran juga menghadapi tekanan akibat blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan selatan Iran di Selat Hormuz.

Perang dan sanksi juga menyebabkan gangguan dan keterlambatan pengiriman barang melalui jalur darat dan kereta api. Sejumlah kebutuhan medis Iran masuk melalui jalur udara.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap sektor kesehatan yang sudah menghadapi tekanan. Seorang eksekutif perusahaan farmasi Iran mengatakan harga sejumlah bahan impor meningkat hingga 10 kali lipat.