Gapasdap Ungkap Aturan Angkut Mobil Listrik di Kapal, Baterai Tak Boleh 100%

Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) mengungkap adanya ketentuan terkait pemuatan kendaraan listrik di kapal penyeberangan. Salah satunya, kendaraan listrik yang akan menyeberang diwajibkan mengurangi kapasitas baterainya dan tidak dalam kondisi terisi penuh 100%.
Ketua Gapasdap Khoiri Soetomo mengatakan ketentuan tersebut berkaitan dengan surat edaran dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengenai pemuatan kendaraan listrik di kapal.
“Dari Perhubungan Laut sudah memberikan surat edaran kaitannya dengan pemuatan kendaraan listrik, salah satunya adalah mobil yang akan menyeberang, melewati kapal, maka dia wajib mempersiapkan diri lebih awal yang kedua, ini wajib juga mengurangi isi dari kapasitas baterainya jadi jangan sampai baterainya penuh persen,” kata Khoiri dalam gelaran Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Bandung, Jawa Barat, Jumat (2/10).
Menurut dia, kendaraan listrik juga harus tiba lebih awal di pelabuhan. Hal ini diperlukan agar kendaraan listrik dapat ditempatkan pada posisi yang memiliki sirkulasi udara baik dan dilengkapi blower.
Khoiri mengatakan, ini dikarenakan hingga saat ini belum ada teknologi pemadaman kendaraan listrik dengan sederhana seperti yang dilakukan saat memadamkan kendaraan yang lain.
Khoiri mengatakan, posisi khusus tersebut juga diperlukan untuk mengantisipasi apabila kendaraan listrik mengalami kebakaran di kapal. Jika api tidak dapat segera dipadamkan, kendaraan tersebut harus bisa dikeluarkan dari kapal.
“Maka memang harus ditempatkan pada posisi bila mana kami tidak mampu untuk segera memadamkan, maka itu dengan mudah akan kami dorong supaya mudah untuk dijeburkan ke laut,” katanya.
Khoiri menyebut aspek keselamatan menjadi perhatian karena penanganan kendaraan listrik yang mengalami kebakaran memiliki karakteristik berbeda dengan kendaraan konvensional.
Dengan demikian, Gapasdap telah menggelar dua kali workshop bersama Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang juga dihadiri Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. Dalam kegiatan tersebut, BKI memberikan panduan terkait pemuatan kendaraan listrik di qkapal.
“BKI memberikan panduan-panduan dan memberikan guidance kapal-kapal yang komplai terhadap pemuatan kendaraan listrik nanti akan diberikan sertifikat bahkan BKI saat itu memberikan rekomendasi kepada Bapak Menteri Perhubungan, kiranya terhadap kapal yang komplai terhadap kendaraan listrik karena membutuhkan ruangan secara khusus harus dimonitor baik oleh SDM maupun CCTV juga disiapkan ruang yang bagus sirkulasinya dan harus disiapkan yang disebut dengan blanket atau selimut,” katanya.
Dia menambahkan, perlengkapan khusus tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, belum seluruh anggota Gapasdap siap menerapkan ketentuan tersebut.
“Artinya kalau kami saat ini memilih memilah kemudian juga mengatur itu bukan berarti kami menolak kendaraan listrik dari Periklindo maupun Aismoli tetapi kami ingin pastikan bahwa itu harus kami pastikan bahwa itu harus aman,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Lollan Panjaitan mengatakan kendaraan listrik yang diangkut menggunakan kapal sudah memiliki pengaturan. Kendaraan tersebut akan ditempatkan pada lokasi tertentu dengan tingkat kewaspadaan lebih tinggi.
“Mengenai mobil listrik, ya, sebenarnya kita sudah memiliki aturan untuk penerapannya jadi mobil listrik-mobil listrik yang akan naik ke kapal itu akan ditempatkan pada tempat tertentu di mana di tempat itu kita memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi untuk bisa diantisipasi,” kata Lollan.
Kemenhub juga membuka kemungkinan adanya kapal khusus yang nantinya digunakan untuk mengangkut kendaraan listrik.
“Namun juga memang ada juga nanti kita coba terus terapkan kalau bisa memang mobil listrik ini juga pada saatnya nanti bisa ada dedicated kapal-kapal yang juga khusus nanti mengangkut mobil listrik, karena memang risiko-risiko terhadap ini juga perlu diantisipasi serasa itu dari kami,” ujarnya.
