IHSG Dinilai Bergerak Terbatas, Investor Tunggu Penunjukan Gubernur Definitif BI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak konsolidatif pada perdagangan Selasa (28/7). IHSG melanjutkan tren pelemahan pada penutupan 0,17 persen menjadi 6,185 pada perdagangan Senin (27/7).
Analis MNC Sekuritas melihat saat ini posisi pergerakan IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave iv dari wave (c) dari wave [iv]. Analis MNC Sekuritas kemudian menyarankan agar pelaku pasar mencermati 6,074-6,146 sebagai area koreksi IHSG hari ini.
“Adapun kami perkirakan, area penguatan terdekatnya berada di 6,262-6,299,” tulis analis MNC Sekuritas dalam risetnya, Selasa (28/7).
Analis MNC Sekuritas kemudian merekomendasikan saham HRTA, INDY, PGEO, dan WIFI untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Selasa (28/7).
Secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas melihat histogram MACD kembali menyempit dan Stochastic RSI melanjutkan pelemahan di area pivot. Meski demikian, IHSG masih bertahan di atas level MA20 dan MA50.
“Sehingga diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 6,080-6,250 pada perdagangan Selasa,” tulis analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (28/7).
Kemudian secara fundamental, IHSG juga dipengaruhi oleh pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang mendadak dan sempat direspons negatif oleh pasar. Hal ini dikarenakan dalam jangka pendek meningkatkan ketidakpastian pasar imbas transisi kepemimpinan.
Terlebih transisi kepemimpinan bank sentral Indonesia yang juga merupakan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tersebut dilakukan di tengah depresiasi rupiah dan potensi tren kenaikan suku bunga.
Meski demikian, analis Phintraco Sekuritas juga mengakui penunjukan Destry Damayanti sebagai Plt Gubernur BI membuat pasar optimistis akan komitmen BI dalam menjalankan tugasnya.
Investor kemudian akan memusatkan perhatian pada penunjukan Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif. Pelaku pasar berharap proses transisi kepemimpinan BI berjalan mulus dan sosok yang ditunjuk mampu menjaga kredibilitas juga independensi bank sentral dalam merumuskan kebijakan moneter dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Sebaliknya, nilai tukar rupiah akan tertekan, meningkatkan volatilitas pasar obligasi pemerintah, serta menjadi sentimen negatif bagi saham-saham perbankan, apabila terjadi perubahan signifikan pada arah kebijakan moneter atau muncul kekhawatiran terhadap independensi BI.
“Sementara itu investor juga akan mencermati perubahan konstituen indeks LQ45, IDX30, IDX80 dan Kompas 100 yang mulai berlaku pada 3 Agustus-30 Oktober 2026,” jelas analis Phintraco Sekuritas.
Analis Phintraco Sekuritas kemudian merekomendasikan saham PGAS, INKP, TLKM, MDKA dan ASII untuk diperhatikan sepanjang perdagangan Selasa (28/7).
##########
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.
