Jepang Gelontorkan Rp 310 T Atasi Lonjakan Biaya Hidup Warga Imbas Perang Iran
·waktu baca 2 menit

Kabinet Jepang menyetujui anggaran tambahan USD 19 miliar atau setara Rp 340 triliun (kurs Rp 17.916 per dolar AS) untuk meredam kesulitan masyarakat imbas lonjakan biaya hidup akibat perang Iran-AS.
Mengutip AFPNews, keputusan tersebut diambil dalam rapat kabinet pada Rabu (3/6).
"Di tengah ketidakpastian yang masih berlangsung terkait situasi di Timur Tengah, kami menyusun anggaran ini dengan tujuan meminimalkan risiko," ujar juru bicara utama pemerintah Jepang, Minoru Kihara.
Menurut Kihara, dana tambahan tersebut akan memperkuat kesiapan fiskal pemerintah sekaligus menjaga agar aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat tidak terganggu akibat kenaikan harga.
Sebelumnya Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengatakan anggaran tambahan itu akan digunakan untuk meredam kenaikan harga bensin, listrik, dan gas yang membebani masyarakat.
Dampak perang Iran-AS memang telah dirasakan sektor industri Jepang. Pada Mei lalu, produsen keripik kentang Calbee memperkenalkan kemasan baru berwarna abu-abu untuk 14 lini produknya, menggantikan warna oranye dan kuning yang selama ini menjadi ciri khas merek tersebut.
Perubahan kemasan dilakukan karena kelangkaan tinta yang dipicu gangguan pasokan akibat perang.
Takaichi mengatakan pemerintah memperkirakan pasokan minyak Jepang tetap aman hingga musim semi tahun depan. Selain itu, pasokan alternatif untuk nafta dari luar Timur Tengah telah pulih hingga lebih dari 80% dibandingkan level sebelumnya.
Sementara itu Bank Sentral Jepang telah menaikkan proyeksi inflasi dan memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi pada April imbas konflik Iran yang memicu lonjakan harga minyak global.
