Kumparan Logo

Jepang Gelontorkan Rp 310 T Atasi Lonjakan Biaya Hidup Warga Imbas Perang Iran

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga menggunakan payung berjalan di tengah gelombang panas yang melanda wilayah Tokyo, Jepang, Selasa (5/8/2025).   Foto: Issei Kato/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Warga menggunakan payung berjalan di tengah gelombang panas yang melanda wilayah Tokyo, Jepang, Selasa (5/8/2025). Foto: Issei Kato/REUTERS

Kabinet Jepang menyetujui anggaran tambahan USD 19 miliar atau setara Rp 340 triliun (kurs Rp 17.916 per dolar AS) untuk meredam kesulitan masyarakat imbas lonjakan biaya hidup akibat perang Iran-AS.

Mengutip AFPNews, keputusan tersebut diambil dalam rapat kabinet pada Rabu (3/6).

"Di tengah ketidakpastian yang masih berlangsung terkait situasi di Timur Tengah, kami menyusun anggaran ini dengan tujuan meminimalkan risiko," ujar juru bicara utama pemerintah Jepang, Minoru Kihara.

Menurut Kihara, dana tambahan tersebut akan memperkuat kesiapan fiskal pemerintah sekaligus menjaga agar aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat tidak terganggu akibat kenaikan harga.

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Akasaka Guest House, Tokyo (31/3/2026). Foto: Yoshikazu TSUNO/AFP

Sebelumnya Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengatakan anggaran tambahan itu akan digunakan untuk meredam kenaikan harga bensin, listrik, dan gas yang membebani masyarakat.

Dampak perang Iran-AS memang telah dirasakan sektor industri Jepang. Pada Mei lalu, produsen keripik kentang Calbee memperkenalkan kemasan baru berwarna abu-abu untuk 14 lini produknya, menggantikan warna oranye dan kuning yang selama ini menjadi ciri khas merek tersebut.

Perubahan kemasan dilakukan karena kelangkaan tinta yang dipicu gangguan pasokan akibat perang.

Warga mengambil foto dengan latar belakang Gunung Fuji yang tidak tertutupi salju di Fujikawaguchiko, prefektur Yamanashi, Jepang, Kamis (31/10/2024). Foto: Yuichi YAMAZAKI / AFP

Takaichi mengatakan pemerintah memperkirakan pasokan minyak Jepang tetap aman hingga musim semi tahun depan. Selain itu, pasokan alternatif untuk nafta dari luar Timur Tengah telah pulih hingga lebih dari 80% dibandingkan level sebelumnya.

Sementara itu Bank Sentral Jepang telah menaikkan proyeksi inflasi dan memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi pada April imbas konflik Iran yang memicu lonjakan harga minyak global.