Jokowi-Surya Paloh Berduka Rachmat Gobel Wafat: Beliau Sosok Pekerja Keras

Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, takziah ke rumah duka almarhum Rachmat Gobel di Jakarta Selatan. Ia menyampaikan duka atas kepergian Chairman Panasonic Gobel sekaligus anggota DPR itu.
Jokowi mengenang sosok Rachmat Gobel sebagai pribadi yang baik dan pekerja keras. Rachmat Gobel pernah menjabat sebagai Menteri Perdagangan di periode pertama Jokowi pada 2014–2015.
"Pak Gobel adalah pribadi yang baik, menteri yang pekerja keras," ujar Jokowi di rumah duka, Jakarta Selatan, Jumat (10/7).
Tak cuma Jokowi, berbagai tokoh juga menyambangi rumah duka, termasuk Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Surya Paloh mengaku terkejut karena almarhum masih terlihat sehat dan tetap menjalankan aktivitas sebagai anggota DPR hingga malam sebelum meninggal dunia. Dia mengaku mendapat kabar duka sekitar pukul 04.30 WIB.
Surya Paloh mengenang Rachmat Gobel sebagai sosok pekerja keras dan mudah bergaul. Menurut dia, selama berkiprah di Partai NasDem, Gobel dipercaya mengemban berbagai jabatan strategis, mulai dari Wakil Ketua DPR hingga Menteri Perdagangan.
“Dia pekerja keras, mudah bergaul, saya merasa kehilangan seorang adik,” ujar Surya Paloh.
Selain dikenal sebagai politisi, Rachmat Gobel juga punya peran penting dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Jepang. Berbekal latar belakang pendidikan serta jejaring yang luas di Jepang, Rachmat Gobel kerap dipercaya pemerintah maupun partai untuk menjaga komunikasi dan hubungan bilateral kedua negara.
“Secara khusus Rachmat mendapat kepercayaan baik dari pemerintah maupun dari partai agar bagaimana menjaga hubungan komunikasi hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang. Karena latar pendidikannya lama di Jepang,” jelasnya.
Senada dengan Surya Paloh, Ketua Umum PAN sekaligus Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, juga menyampaikan duka. Zulhas mengenang Rachmat sebagai sosok pejuang yang memiliki jasa bagi banyak orang.
Dia mengaku bertemu dengan Rachmat terakhir kali pada puncak acara Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo pada 24 Juni lalu.
“Saya sangat berduka, Indonesia berduka, kita semua bersaksi bahwa beliau ini orang baik ya. Dan banyak karyanya, banyak legacy-nya. Tentu kita merasa kehilangan,” kata Zulhas.
Sementara itu Ketua Umum KADIN, Anindya Bakrie, menyebut Rachmat Gobel bukan hanya senior di dunia pengusaha, tetapi juga contoh dan teladan.
Anindya menilai Rachmat merupakan sosok pengusaha pekerja keras dan berintegritas. Dia berharap hal-hal yang diajarkan Rachmat Gobel di dunia usaha bisa memajukan perekonomian Indonesia.
“Saya ingat waktu itu disampaikan, 'Nin, yang penting industrinya dibawahi'. Jadi, dalam segala macam usaha perdagangan, jangan lupa untuk membangun industri, apalagi industri dalam negeri,” ujar Anindya.
