Kumparan Logo

Mendagri Usul Daerah Bencana Dapat Tambahan TKD

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mendagri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa daerah dengan kapasitas fiskal rendah dan terdampak bencana menjadi prioritas dalam alokasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD), disampaikan di Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Kemendagri RI
zoom-in-whitePerbesar
Mendagri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa daerah dengan kapasitas fiskal rendah dan terdampak bencana menjadi prioritas dalam alokasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD), disampaikan di Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Kemendagri RI

Mendagri Tito Karnavian mengusulkan agar daerah yang terdampak bencana seperti di Sumatera mendapatkan tambahan Transfer ke Daerah (TKD).

Tito membeberkan tambahan anggaran tersebut dinilai diperlukan untuk mempercepat proses pemulihan daerah pascabencana.

Selain daerah terdampak bencana, tambahan TKD juga akan diprioritaskan untuk daerah dengan kapasitas fiskal rendah akibat Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang minim.

“Kementerian Dalam Negeri akan mengusulkan satu, membantu daerah-daerah yang kapasitas fiskalnya rendah PAD-nya rendah, yang kedua adalah daerah-daerah yang terkena dampak bencana yang kemarin,” kata Tito dalam dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, Jumat (15/8).

Tito menjelaskan, pemerintah telah menyetujui anggaran sebesar Rp 100,1 triliun untuk penanganan bencana dalam periode 2026-2028. Untuk 2027, pemerintah merencanakan anggaran sebesar Rp 32,9 triliun.

Menurut Tito, anggaran tersebut nantinya juga perlu diarahkan untuk mendukung satuan tugas (Satgas) dan kementerian/lembaga di pemerintah pusat yang menangani pemulihan pascabencana di Sumatera.

Namun, tambahan TKD dibutuhkan agar pemerintah daerah juga memiliki ruang fiskal untuk mempercepat pemulihan di wilayahnya.

“Jadi kalau ada tambahan TKD untuk secara nasional di samping yang daerah-daerah yang PAD-nya rendah itu yang menjadi prioritas kedua adalah daerah bencana daerah bencana yang di Sumatera yang masih terdampak,” tutup Tito.