Kumparan Logo

Ojol Bisa Akses Rumah Subsidi dengan DP 0%

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara rumah subsidi yang telah selesai dibangun di Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (7/11/2024). Foto: Putra M. Akbar/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara rumah subsidi yang telah selesai dibangun di Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (7/11/2024). Foto: Putra M. Akbar/Antara Foto

Pengemudi ojek online (ojol) kini bisa mengakses program rumah subsidi melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan uang muka atau down payment (DP) sebesar 0 persen.

Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara BP Tapera dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Jumat (3/7).

Penandatanganan Perjanjian Kerja dilakukan oleh Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, dan Chief of Public Affairs, Public Policy & Government Relations, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Shinto Nugroho.

Kerja sama ini bertujuan memperluas akses kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya pekerja sektor informal seperti Mitra Driver Gojek.

Melalui kolaborasi ini, BP Tapera dan Gojek akan memperkuat sosialisasi dan edukasi mengenai pembiayaan rumah subsidi kepada para mitra.

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Tapera, Sid Herdi Kusuma, mengatakan fasilitas DP 0 persen merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada pekerja sektor informal yang memiliki penghasilan namun belum memiliki rumah.

“Melalui kerja sama ini, Mitra Driver Gojek yang memenuhi ketentuan sebagai MBR dapat mengakses KPR Sejahtera FLPP dengan DP 0 persen,” ujar Heru dalam keterangannya, Jumat (3/7).

Meski demikian, BP Tapera tetap akan melakukan proses verifikasi dan penilaian kelayakan terhadap setiap calon penerima manfaat agar bantuan pembiayaan tepat sasaran.

Sejumlah pengendara ojek online melintas di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

“Hasil verifikasi tersebut selanjutnya akan menjadi dasar dalam menentukan kelayakan calon penerima manfaat untuk mengikuti proses pembiayaan perumahan,” jelasnya.

Persyaratan yang akan diverifikasi meliputi usia 21 hingga 45 tahun, tingkat penyelesaian perjalanan (trip), dan jam aktif atau waktu online dalam satu bulan. Selain itu, calon penerima wajib memenuhi kriteria MBR dan belum pernah memiliki rumah.

Sid menambahkan, keberhasilan program ini juga bergantung pada peningkatan literasi keuangan para penerima manfaat.

“Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan, baik kepada pengemudi maupun anggota keluarganya. Mereka perlu memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak, mengurangi pengeluaran yang tidak produktif, serta menjaga kualitas kredit agar tetap memenuhi persyaratan pembiayaan perumahan,” jelas Heru.

Kerja sama antara BP Tapera dan Gojek akan berlangsung hingga 2027 dengan harapan semakin banyak Mitra Driver di berbagai daerah yang dapat memanfaatkan program rumah subsidi pemerintah.

Selain itu ada juga penyesuaian Ketentuan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mengakses pembiayaan perumahan.

Dengan skema DP 0 persen, Mitra Driver Gojek yang lolos verifikasi BP Tapera dan memenuhi ketentuan perbankan dapat mengajukan KPR Subsidi FLPP tanpa perlu menyediakan uang muka sehingga akses menuju kepemilikan rumah pertama menjadi lebih ringan.

Berdasarkan catatan BP Tapera hingga 2 Juli 2026, FLPP yang telah disalurkan mencapai 93.339 unit rumah dengan nilai pembiayaan mencapai Rp 11,60 triliun.

Kelompok pekerja swasta menempati posisi terbanyak dari jumlah tersebut, yaitu 61.126 unit (65,49 persen), diikuti oleh kelompok wiraswasta sebanyak 15.890 unit (17,02 persen) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebanyak 7.643 unit (8,19 persen), TNI/Polri sebanyak 1.394 unit (1,49 persen).