Kumparan Logo

Pembiayaan FIFGROUP Capai Rp 30,09 T hingga Juli 2026

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur FIFGROUP Daniel Hartono dalam Astra Media Day di Menara Astra, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).  Foto: Widya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur FIFGROUP Daniel Hartono dalam Astra Media Day di Menara Astra, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026). Foto: Widya/kumparan

PT Federal International Finance atau FIFGROUP mencatatkan jumlah pembiayaan atau amount financed sebesar Rp 30,099 triliun hingga Juli 2026. Angka tersebut tumbuh 6,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 28,174 triliun.

Direktur FIFGROUP Daniel Hartono mengatakan kinerja pembiayaan tersebut tetap tumbuh di tengah kondisi industri yang cukup menantang pada 2026.

“Tahun ini kita syukur alhamdulillahnya kita berhasil kalau amount financed kita masih mengalami kenaikan yaitu 8,8 persen. Jadi total itu di angka Rp 30,09 triliun,” kata Daniel dalam Astra Media Day di Menara Astra, Jakarta Selatan, Rabu (23/9).

Selain nilai pembiayaan, dari sisi volume FIFGROUP telah mencatatkan sekitar 2,02 juta unit pembiayaan hingga Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat 3,6 persen dibandingkan 1,95 juta unit pada periode yang sama tahun lalu.

“Secara unit booking itu kita sudah mencapai 2 juta unit booking atas seluruh pembiayaan baik itu tadi new motorcycle, pembiayaan dana tunai, sampai dengan Spektra maupun haji dan umroh, itu naik 3,6 persen,” ujarnya.

Dari sisi aset layanan bersih atau net service asset, FIFGROUP mencatatkan pertumbuhan 10,2 persen menjadi Rp 55,19 triliun hingga Juli 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, nilainya sebesar Rp 50,07 triliun.

“Kalau secara aset kita di angka Rp 55,2 triliun. Jadi as of bisa dikatakan di bulan Juli 2026,” tutur Daniel.

Daniel menjelaskan, portofolio FIFGROUP masih didominasi pembiayaan sepeda motor baru atau new motorcycle dengan porsi di atas 70 persen. Selain itu, perusahaan memiliki portofolio Danastra untuk pembiayaan dana tunai sekitar 22 persen dan Spektra untuk pembiayaan elektronik sekitar 1,9 persen.

Booth Astra Financial pada FinEXPO 2023 dengan 9 Unit Bisnisnya, yaitu: FIFGROUP, Astra Credit Companies (ACC), Toyota Astra Financial Services (TAF), Asuransi Astra, Astra Life, AstraPay, Maucash, Moxa, dan SEVA,. Foto: Dok. Astra Financial

FIFGROUP juga mulai mengembangkan pembiayaan syariah untuk kebutuhan haji dan umrah dan pembiayaan usaha mikro melalui Finatra. Kelima portofolio tersebut menjadi layanan pembiayaan FIFGROUP bagi konsumen di Indonesia.

“Awal lahir kita biayain sepeda motor Honda, sekarang masih sepeda motor Honda sebagai portofolio terbesar. Jadi portofolionya kita new motorcycle di atas 70 persen,” kata Daniel.

Sementara itu, di industri pembiayaan kendaraan roda dua berdasarkan data Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), pembiayaan kendaraan roda dua hingga Juli 2026 mencapai Rp 69,9 triliun atau tumbuh 0,7 persen secara tahunan.

Sementara pembiayaan kendaraan roda dua FIFGROUP mencapai Rp 28,8 triliun hingga Juli 2026 atau tumbuh 6,7 persen secara tahunan. “Kalau secara FIFGROUP di paruh pertama ini kita naik 6,7 persen,” kata Daniel.

Dari sisi pangsa pasar FIFGROUP di segmen pembiayaan roda dua, baik kendaraan baru maupun bekas hingga Juli 2026 mencapai 41,1 persen.

Pada 2023, pembiayaan industri roda dua mencapai Rp 109,4 triliun dengan pembiayaan FIFGROUP Rp 40,3 triliun atau pangsa pasar 36,9 persen. Pada 2024, industri tumbuh 6,1 persen menjadi Rp 116 triliun, sedangkan pembiayaan FIFGROUP tumbuh 9,1 persen menjadi Rp 44 triliun dengan pangsa pasar 37,9 persen.

Pada 2025, pembiayaan industri mencapai Rp 119,1 triliun atau tumbuh 2,7 persen, sementara pembiayaan FIFGROUP mencapai Rp 47,4 triliun atau tumbuh 7,7 persen dengan pangsa pasar 39,8 persen.

Dari sisi jaringan, FIFGROUP saat ini memiliki 4.200 business partner di seluruh Indonesia yang didukung 1.800 jaringan, baik kantor cabang, point of sales (POS), maupun kios. Perusahaan juga memiliki basis data 15,2 juta konsumen, dengan sekitar 4 juta di antaranya masih aktif melakukan pembayaran.