Kumparan Logo

Prabowo: BRICS Kuasai Pangsa Besar Mineral Kritis dan Energi Dunia

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Alexander KAZAKOV / POOL / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Alexander KAZAKOV / POOL / AFP

Presiden Prabowo Subianto mengatakan negara-negara BRICS telah menguasai pangsa yang signifikan dari mineral kritis dan sumber daya energi dunia. Menurut dia kekuatan sumber daya tersebut menjadi salah satu fondasi bagi pengembangan ekonomi negara-negara anggota.

Mulanya Prabowo membeberkan Indonesia kaya akan sumber daya di daratan dan lautan yang melimpah, mulai dari mineral kritis, tanah jarang, hingga sumber daya terbarukan untuk teknologi bersih dan hutan untuk paru-paru dunia.

Menurut Prabowo, sederet kekayaan itu juga banyak dimiliki oleh negara-negara anggota BRICS. Dengan demikian, ketika digabungkan bisa menguasai pangsa pasar mineral kritis dan sumber energi dunia, secara signifikan.

“Hal serupa juga berlaku di seluruh negara anggota BRICS. Secara kolektif, kita menguasai pangsa pasar yang signifikan atas mineral kritis dan sumber daya energi dunia,” kata Prabowo dalam dalam pertemuan sesi terbuka anggota BRICS, dikutip dari lama YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (13/9).

Prabowo Ingin BRICS Jadi Rantai Pasok Global

Presiden RI Prabowo Subianto mengikuti penanaman pohon bersama para pemimpin negara anggota BRICS di area Nataraj Statue, Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Prabowo juga membeberkan soal perubahan Indonesia dari importir komoditas pangan seperti beras dan jagung menjadi eksportir. Dia menyebut saat ini Indonesia bisa turut memberikan dukungan bagi pasokan global.

Menurut dia, langkah ini dapat menjadikan ekonomi hijau sebagai peluang sekaligus memperkuat posisi kita dalam rantai pasok global.

“BRICS pada dasarnya telah menjadi sebuah rantai pasok, dan tugas kita kini adalah menghubungkan serta mengoptimalkannya agar kekuatan yang ada mendatangkan nilai tambah yang lebih besar bagi kita semua,” jelasnya.

Prabowo kemudian menawarkan agar negara-negara BRICS melakukan industrialisasi secara bersama-sama dengan mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang dimiliki secara kolektif.

“Oleh karena itu, izinkan saya menawarkan sebuah langkah konkret, mari kita melakukan industrialisasi bersama serta mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki secara kolektif,” tawarnya.

Prabowo Dorong Suara Global South Diperkuat lewat BRICS

Foto bersama berbagai Kepala Negara pada hari kedua KTT BRICS di New Delhi, India, Minggu (13/9/2026). Foto: Ministry of External Affairs/Handout via REUTERS

Prabowo mengatakan negara-negara berkembang perlu memiliki peran lebih besar dalam membentuk tatanan global. Menurut dia agenda pembangunan tidak berhenti pada pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs) pada 2030, tetapi harus dilanjutkan untuk menentukan arah masa depan.

Dia menilai BRICS dapat menjadi wadah untuk menyatukan dan memperkuat suara negara-negara Global South dalam membentuk masa depan global.

“Maka, sudah sepatutnya suara Global South didengar, tidak hanya dalam hal mengakselerasi implementasi Agenda 2030, tetapi juga dalam merumuskan arah masa depannya. BRICS dapat menyatukan suara-suara Global South dan memperkuatnya dalam membentuk masa depan,” tuturnya.