Purbaya: Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 T Sebagian Dicicil dari Dana Desa

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan sebagian utang pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebesar Rp 240 triliun akan dicicil menggunakan dana desa yang dialihkan untuk program tersebut.
Purbaya menjelaskan skema pembayaran tersebut dilakukan sesuai dengan arahan atau persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
“Anggaran Kopdes (Merah Putih) dari mana? Kita akan bayar-bayar dari, kan, (utangnya) Rp 240 (triliun), sebagian dicicil dari dana desa yang dialihkan ke sana. Sesuai pernyataan (atau persetujuan) Bapak Presiden,” kata dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Kemenkeu, Jumat (14/8).
35 Ribu Kopdes Rampung Akhir Bulan Ini dan 35 Ribu Tahun Depan
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pembangunan 35.000 Kopdes Merah Putih ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026. Dengan target tersebut, Kopdes Merah Putih diharapkan mulai beroperasi pada September 2026.
“Koperasi Desa Merah Putih akan selesai 35 ribu insyaallah, di Agustus akhir, sehingga September bisa operasi,” kata Zulhas dalam kesempatan yang sama.
Zulhas mengatakan pemerintah saat ini tengah bekerja untuk menyelesaikan pembangunan tersebut. Kopdes Merah Putih nantinya diharapkan dapat menjadi infrastruktur pemerintah sekaligus berperan sebagai off-taker.
Selain itu program ini juga akan dilanjutkan pada tahun depan, dengan target pembangunan sebanyak 35 ribu Kopdes Merah Putih.
“Dan nanti tahun depan akan dilanjutkan, tahun ini 35.000. Tahun depan diperkirakan akan juga kita bisa selesaikan 30 ribu sampai 35 ribu desa. Itu mengenai Koperasi Desa Merah Putih,” ujarnya.
Pemerintah Akan Tertibkan Kopdes Merah Putih yang Dibangun di Gunung
Zulhas mengakui masih ada pembangunan Kopdes Merah Putih yang lokasinya dinilai tidak tepat seperti di gunung-gunung. Pemerintah akan melakukan penertiban dan koreksi terhadap pembangunan tersebut.
“Ada di sana sini ini yang tidak tepat, tentu kita akan koreksi. Seperti pembangunan di gunung-gunung, ada satu, dua atau berapa banyak, kita akan tertibkan,” jelasnya.
