Konten dari Pengguna

Peduli Sampah Plastik: Belanja di Kala Pandemi

Wijayanti Herlis Pratiwi

Wijayanti Herlis Pratiwi

Pranata Humas LIPI

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Wijayanti Herlis Pratiwi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi belanja di masa pandemi. freepik
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi belanja di masa pandemi. freepik

Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi semua aspek di kehidupan kita. Bekerja dari rumah, pembelajaran sekolah secara daring, pembatasan kegiatan di luar rumah termasuk rekreasi dan berkumpul dengan orang banyak, hingga protokol kesehatan dan sanitasi yang harus senantiasa kita jalani; semua rutinitas tersebut harus kita ubah. Di antara perubahan kebiasaan-kebiasaan ini, penggunaan barang-barang sekali pakai, seperti plastik justru kian marak.

Meskipun beberapa daerah sudah melakukan pembatasan penggunaan plastik, masih banyak penjual dan pembeli, baik makanan dan non-makanan yang menggunakan plastik untuk membungkus barang belanjaannya. Tahun lalu contohnya, Jakarta telah memberlakukan larangan plastik pada 1 Juli 2019. Namun selama masa pandemi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat terjadinya peningkatan volume limbah medis mencapai 30-50%.

Pembatasan mobilitas masyarakat pada saat pandemi juga mendorong meningkatnya komposisi sampah rumah tangga dan sampah plastik. Orang-orang menjadi menggunakan lebih banyak layanan pengiriman online untuk makanan dan kebutuhan sehari-hari saat tinggal di rumah. KLHK menyebutkan kebiasaan berbelanja online selama masa pandemi menyumbang peningkatan jumlah sampah plastik.

Belanja online meningkatkan sampah plastik karena 96 persen pengemasan paket belanja online menggunakan plastik. Demikianlah yang disampaikan oleh Kasubdit Barang dan Kemasan di Ditjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 KLHK, Ujang Solihin. Hal ini sejalan dengan meningkatnya transaksi belanja online berbentuk paket yang mengalami peningkatkan sebanyak 62 persen. Sedangkan belanja online berbentuk layanan antar makanan siap saji naik sebanyak 47 persen.

Hasil survei Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2020 mengungkapkan bahwa intensitas berbelanja online warga Jabodetabek selama masa PSBB cenderung meningkat. Dilihat dari frekuensinya, belanja online selama masa pandemi naik menjadi 1-10 kali dalam sebulan dari yang sebelumnya hanya 1-5 kali per bulan.

Sementara, transaksi online sebagian besar melibatkan penggunaan bahan-bahan yang berbahan plastik seperti bubble wrap, selotip, dan kantong plastik dalam pengemasannya. Peningkatan bisnis online ini berdampak langsung pada peningkatan jumlah sampah plastik di rumah tangga. Celakanya, sampah plastik itu bersifat tidak ramah lingkungan dan sulit untuk didaur ulang sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan masalah kesehatan ke depannya.

Tips belanja saat pandemi

Di saat pandemi, kita harus berhati-hati dalam menjaga kebersihan ketika berbelanja karena virus bisa bertahan selama 2-3 hari pada permukaan plasik dan 4-5 hari pada permukaan kertas, menurut studi dari Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID), Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat. Oleh karena itu, berikut ini adalah tips-tips yang dapat dilakukan saat kamu berbelanja langsung ke tempat belanja ataupun belanja secara online:

Tips Belanja langsung

1. Bawa tas dan kemas belanjaanmu sendiri

Apabila kamu perlu untuk pergi berbelanja, bawalah perlengkapan belanjamu sendiri seperti membawa wadah makan dan tas belanja. Usahakan juga untuk mengemasi barang belanjaanmu sendiri guna mengurangi kontak fisik dengan orang lain.

2. Patuhi protokol kesehatan

Sebaiknya tidak perlu berbelanja dengan banyak orang. Dalam satu rumah cukup satu orang saja yang pergi berbelanja bila dirasa cukup dan pastikan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

3. Pastikan steril

Setelah kamu selesai belanja dan tiba di rumah, segera cuci tangan dengan sabun dan bersihkan diri dengan mandi dan mengganti pakaian. Sterilkan barang-barang belanjaanmu dengan menyemprotkan hand sanitizer atau disinfektan pada permukaan benda atau kamu dapat mencuci bersih bahan makanan seperti buah dan sayur. Jangan lupa untuk mencuci tas belanja guna ulang yang telah digunakan.

Tips Belanja online

1. Pilih lokasi terdekat

Pilih lokasi penjual yang berjarak lebih dekat. Hal ini guna mengurangi emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses pengiriman produk tersebut.

2. Dukung penjual dan produk tanpa pembungkus plastik

Jika kamu dapat memilih, utamakanlah toko atau produk yang pengemasannya tidak menggunakan plastik karena dengan begitu dapat mengurangi konsumsi plastik yang digunakan. Kamu juga bisa memilih untuk tidak meminta alat makan pada pesanan makanan yang dibeli.

3.Minta untuk mengurangi pembungkus plastik

Mintalah kepada penjual untuk tidak perlu menggunakan pembungkus plastik seperti bubble wrap, cable tie dan plastik jika produk tetap bisa aman. Atau kamu bisa meminta untuk diganti dengan dibungkus menggunakan koran/ majalah bekas, kertas, amplop maupun kerdus.

4. Satukan pembelian

Satukan daftar belanjaan dalam satu pembelian. List semua produk yang perlu dibeli dan belilah barang dalam kemasan yang besar agar belanja dapat dilakukan dalam satu waktu yang bersamaan.

5. Reuse or Recycle

Manfaatkanlah kembali pembungkus produk setelah dibersihkan atau disterilkan. Kamu bisa memilah sampah dari hasil belanja online sesuai kategori untuk didaur ulang atau bisa kamu salurkan ke bank sampah terdekat.