• 0

Berikut Transportasi Alternatif yang Bisa Dipakai Keluar dari Bali

Berikut Transportasi Alternatif yang Bisa Dipakai Keluar dari Bali


Bandara Ngurah Rai Tutup

Bandara Ngurah Rai Tutup (Foto: Antara/Fikri Yusuf)
Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan sejumlah transportasi alternatif pasca ditutupnya Bandara Ngurah Rai akibat abu vulkanik dari Gunung Agung. Cara ini dilakukan agar mobilitas masyarakat terutama yang ingin keluar dari Pulau Bali tidak terganggu.
"Di Bandara Ngurah Rai sudah disiapkan 100 bus untuk evakuasi," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardja saat ditemui di kantor Kemenko Kemaritiman, Gedung BPPT, kawasan Thamrin, Jakarta, Senin (27/11).
Selain bus, Kemenhub juga telah menyiapkan kereta tambahan yang diberangkatkan dari Stasiun Banyuwangi, Jawa Timur. Ada 4 rute yang dilayani oleh jasa angkutan kereta api, yaitu Jember, Surabaya, Malang dan Yogyakarta.
"Kereta sudah ada tambahan rangkaian khusus yang berangkat dari Banyuwangi," imbuhnya.

Bandara Ngurah Rai

Bandara Ngurah Rai (Foto: Fikri Yusuf/Antara)
Khusus kereta api, Kemenhub akan mengerahkan lokomotif CC300 agar dapat melintas di kawasan Porong, di mana kondisi rel kereta sampai saat ini masih tergenang air akibat banjir.
"Karena di Porong masih ada genangan banjir kita udah siapkan lokomotif khusus yang CC300 supaya dia bisa nerabas genangan," ucapnya.
Kemudian, Kemenhub juga berencana akan menggunakan sistem buka tutup di Bandara Ngurah Rai bila situasinya memungkinkan. Langkah ini diambil lewat prosedur ketat dan perhitungan yang tepat serta harus mendapatkan rekomendasi teknis dari Airnav, BMKG, maskapai dan pihak pengelola bandara.
"Buka tutup bandara itu pertama dilakukan oleh tim terpadu. Pertama oleh AIRNAV, BMKG, AP juga pihak airlines.Termasuk di bandara juga ada kertas yang untuk ngetes tingkat abu. Laporan pilot juga kita perhitungkan. Nah itu dari situ baru kita putuskan," tutupnya.

EkonomiBisnisGunung AgungKemenhubBandara Ngurah Rai

500

Baca Lainnya