Hadapi 5 Juta Pemudik, Bandara Soetta Siapkan Fast Track Check In

Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di Cengkareng, Banten siap menyambut pemudik Lebaran yang akan menggunakan jasa penerbangan pada tahun ini. Diprediksi jumlah pemudik yang menggunakan pesawat terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta mencapai 5.011.935 penumpang. Angka ini naik sekitar 4 persen dibandingkan momen yang sama tahun lalu, yaitu 4.819.149 pemudik.
"Jumlah total pergerakan penumpang angkutan Lebaran sekarang kita perkirakan mengalami kenaikan, trennya 4 persen atau sebanyak 5.011.935 penumpang," ungkap Chief Officer In Charge Bandara Soekarno-Hatta, Langlang Wigiharso kepada kumparan (kumparan.com), Senin (19/6).
Langlang menjelaskan angka tersebut merupakan akumulasi perhitungan yang dimulai pada tanggal 23 Juni 2017 hingga 2 Juli 2017. Sehingga menurut dia, Bandara Soekarno-Hatta merupakan bandara paling sibuk yang melayani pemudik di Indonesia.

"Prediksi kita untuk arus keberangkatan tanggal H-2 atau tanggal 23 Juni 2017. Sedangkan arus baliknya itu kita prediksikan H+6 tanggal 2 Juli 2017, tapi kita standby sampai tanggal 11 Juli 2017," imbuhnya.
Menghadapi lonjakan penumpang tersebut, PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai pengelola Bandara Soekarno-Hatta telah melakukan berbagai persiapan. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan seluruh fasilitas x-ray untuk mengurangi jumlah antrean penumpang saat akan melakukan proses check-in.
"Kita ada x-ray di Terminal 1 ada 29 unit, Terminal 2 itu ada 31 unit, sama Terminal 3 ada 56 unit. Ini nanti kita operasikan semuanya di waktu peak supaya mengurangi antrean," paparnya.

Selain itu, bagi para pemudik yang tidak memiliki bagasi bisa menggunakan fasilitas fast track. Sehingga bisa melakukan self check-in di tempat yang disediakan di tiap terminal.
"Kita ada fast track di masing-masing Terminal, khusus buat pemudik yang enggak bawa bagasi dia bisa check-in dari luar langsung masuk. Jadi enggak harus antre. Boleh check-in di luar kayak self check-in sebetulnya jadi enggak usah ke check-in counter," jelasnya.
Dengan fasilitas tersebut otomatis bisa mengurangi waktu antrean hingga 20 menit pada saat peak time. Sehingga tidak terjadi antrean penumpang yang mengular.
"Sebenernya sih ada standarnya antrean paling belakang itu sekitar 20 menit sampai ke depan check-in. Kalau layanan fast track mungkin bisa lebih cepat pastinya," ujar Langlang.
Informasi lengkap soal bandara di Indonesia dan segala fasilitasnya bisa Anda pantau di aplikasi Indonesia Airports.
