Jokowi Yakin Proyek Jalan Tol di Sumbar Mampu Turunkan Kemiskinan

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rapat terbatas di Istana Kepresidenan (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rapat terbatas di Istana Kepresidenan (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

Siang ini, Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas soal Evaluasi Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Program Prioritas (PP) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Ada sejumlah proyek infrastruktur yang masuk ke dalam kategori PSN, misalnya jalan Tol Bukittinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung- Padang sepanjang 80 km dan jalan tol Pekanbaru-Bangkinang-Payakumbuh-Bukittinggi sepanjang 185 km.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi meminta Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, untuk mengawal kedua proyek tersebut. Jokowi optimistis kedua proyek tol ini mampu meningkatkan pendapatan asli daerah dan kesejahteraan masyarakat Sumbar semakin membaik.

"Program strategis nasional ini sangat penting untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi di Provinsi Sumatera Barat dan sekitarnya sehingga implementasinya harus betul-betul dikawal di lapangan dan nantinya pemanfaatnya juga betul-betul optimal bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat," ungkap Jokowi di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (2/8).

Jokowi menambahkan ekonomi Sumbar tumbuh cukup baik selama triwulan I-2017. Dia berharap dengan adanya kedua jalan tol ini, laju ekonomi di Sumbar tetap terus bergerak dan angka pengangguran berkurang.

Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)

"Provinsi Sumatera Barat dalam catatan saya triwulan 1-2017 tumbuh 4,91 persen, cukup baik. PSN juga harus bisa jadi pengungkit dalam upaya penurunan angka pengangguran, menekan ketimpangan, mengurangi kemiskinan," ucapnya.

Menurut catatan Jokowi, persentase penduduk prasejahtera, penduduk miskin di Sumbar sebanyak 6,87 persen. Sedangkan angka pengangguran terbuka di Sumbar masih berada pada angka 5,8 persen.

Dalam rapat terbatas ini hadir, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkominfo Rudiantara, Menkes Nila F Moeloek, dan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.