Menhub Siapkan Cara Cegah Kemacetan Parah saat Mudik

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Budi Karya. (Foto: Ela Nurlela/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Budi Karya. (Foto: Ela Nurlela/kumparan)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah berupaya mencari cara untuk menekan kemacetan parah yang terjadi saat musim mudik Lebaran tahun ini. Salah satu cara adalah dengan mendorong para pemudik menggunakan transportasi umum seperti kapal laut, kereta api dan pesawat terbang.

"Ini misleading, jalan tol Cipali itu bukan segalanya dengan bangga proyek itu selesai dengan informasi yang diterima masyarakat. Kita sampaikan kalau ke Jawa Tengah itu bisa lewat laut, kereta api dan juga ada udara," ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian yang berada di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (3/4).

Untuk menyukseskan program tersebut, Kemenhub akan memberikan fasilitas gratis mudik dengan menggunakan transportasi umum. Cara ini rutin dilakukan Kemenhub setiap tahunnya untuk menekan serta mengurangi kepadatan lalu lintas terutama di jalan tol dan jalur arteri lainnya.

Pintu keluar tol Cipali Palimanan. (Foto: Dedhez Anggara/Antara)
zoom-in-whitePerbesar
Pintu keluar tol Cipali Palimanan. (Foto: Dedhez Anggara/Antara)

"Kita tahun ini akan menggratiskan 150 ribu orang mudik, menggunakan bus, kapal laut, kereta api, ada kenaikan kira-kira 70-80 ribu dari tahun lalu," imbuhnya.

Sementara itu Budi Karya juga sudah memiliki formula khusus menangani jalan tol Cipali yang diprediksi menjadi titik macet mudik tahun ini. Caranya adalah Kemenhub akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian guna menempatkan personel guna mengatur pergerakan lalu lintas di jalan tol. Sistem buka tutup juga disiapkan bila lalu lintas harian (LHR) rata-rata sudah dinyatakan overload.

"Ketika Cipali ada over supply maka kita lakukan buka tutup di gate sebelumnya, dan kita menempatkan orang terutama Polri di level operasional," tutupnya.