Para Pengusaha Kumpul Bareng Ditjen Pajak

Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan hari ini menggelar pertemuan (gathering) dengan para pendukung program pengampunan pajak (tax amnesty). Acara bertajuk "Partnerhip Gathering" ini mengambil tema "Melanjutkan Sinergi Membangun Negeri", dan dihadiri oleh pihak-pihak yang selama ini mendukung kesuksesan program tax amnesty.
Dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bahlil Lahadalia, Ikatan Konsultan Pajak Indonesia, dan beberapa pihak lainnya.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan, acara ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap asosiasi yang selama ini telah membantu Ditjen Pajak dalam melaksanakan dan mensukseskan tax amnesty. Tax amnesty sendiri berlangsung selama sembilan bulan, dari Juli 2016 hingga Maret 2017.
"Ini adalah bentuk apresiasi kami kepada bapak ibu, terutama dari asosiasi yang selama sembilan bulan kemarin dan sebelumnya juga sudah banyak membantu DJP dalam melaksanakan dan mensukseskan tax amnesty," ujar Hestu di Gedung Mar'ie Muhammad Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat (5/5).

Menurutnya, kesuksesan program tax amnesty bukan hanya hasil kerja Ditjen Pajak semata. Kesuksesan tersebut tidak akan terjadi jika tidak ada sinergi dari seluruh pihak yang mendukung program pengampunan pajak.
"Sukses ukurannya misalnya terbaik di dunia, maka itu sama sekali bukan hasil kerja DJP semata. Justru sinergi selama ini dari seluruh komponen bangsa, dan terutama bapak ibu yang ada di sini," jelasnya.
Hestu berharap, sinergi tersebut bisa berlanjut pasca tax amnesty. Dia pun mengajak seluruh pendukung tax amnesty untuk sama-sama bersinergi membangun dan meningkatkan kepatuhan pajak di Indonesia.
"Kami belajar dari tax amnesty kemarin, tidak mungkin Ditjen Pajak bekerja sendiri. Demikian juga ke depannya untuk perpajakan, Ditjen Pajak bekerja sendiri. Oleh karena itu, kita berharap bapak ibu dari masing-masing asosiasi tetap mendukung Ditjen Pajak meningkatkan kepatuhan masyarakat, dan kepentingan negara memang dibutuhkan sinergi dari komponen yang ada," pungkasnya.
