Perjanjian Perdagangan Bebas RI-Australia Rampung Tahun Ini

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Triawan Munaf ikuti Jokowi ke Australia (Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan)
zoom-in-whitePerbesar
Triawan Munaf ikuti Jokowi ke Australia (Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan)

Perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) atau perjanjian kerja sama perdagangan bebas antara Indonesia-Australia telah sampai pada putaran ke tujuh. Dari perundingan IA-CEPA telah menghasilkan sepuluh keputusan awal atau early outcomes yang bisa diimplementasikan sebelum penandatanganan perjanjian diratifikasi.

Sementara itu, dalam waktu dekat pemerintah juga akan menggelar pelaksanaan perundingan kedelapan pada 31 Juli-4 Agustus 2017. Dengan dilaksanakan perundingan kedelapan tersebut, pemerintah optimistis perjanjian perundingan kerja sama IA-CEPA rampung akhir tahun ini.

"Akhir tahun ini kita harapkan dalam dua atau tiga kali pertemuan lagi bisa selesai," ungkap Ketua Perundingan IA-CEPA Daddy Saleh saat konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (30/5).

Daddy menjelaskan, dalam perudingan yang dilakukan dengan Australia, pemerintah Indonesia selalu mengajak para pelaku usaha dalam negeri, misalnya dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, dan Indonesia-Australia Business Council.

“Perundingan ini melibatkan langsung pelaku usaha. Selain itu, biasanya hasil dalam perundingan perdagangan diimplementasikan setelah perundingan selesai. Tapi kali ini ada kesepakatan yang langsung bisa dijalankan,” ujarnya.

Jokowi dan Retno Marsudi di Australia (Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan)
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi dan Retno Marsudi di Australia (Foto: Biro Pers Istana Kepresidenan)

Adapun kerja sama antara Indonesia-Australia adalah menghasilkan kesepakatan bersifat private sectors seperti di bidang ketahanan pangan, di sektor pengembangan daging sapi, di bidang jasa keuangan, di bidang tenaga terampil, membuka pusat inovasi makanan, di bidang fashion dan jewellery design, di bidang produk herbal, di bidang food and drug standard and controls serta kerja sama antar pemerintah dalam mengidentifikasi peluang perdagangan.

Selain itu, kerja sama antara kedua negara juga mencakup pendidikan pelatihan dan training. Seluruh kerja sama tersebut akan dikemas dalam Mutual Recognition Agreements (MRAs).

"Seperti misalnya kita minta sekolah vocational sekolah kejuruan ini di sana maju seperti misalnya untuk nurse bukan hanya akademi, di sana sampai ada bidang doktor keperawatan dan pendidikannya sangat bagus," katanya.

Nilai perdagangan Indonesia dan Australia pada Januari-Maret 2017 mencapai 1,9 miliar dolar AS atau tumbuh 6,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Rinciannya angka ekspor Indonesia ke Australia sebesar 590,2 juta dolar AS sedangkan impornya 1,3 miliar dolar AS atau defisit 710 juta dolar AS.