Sama dengan Monorel, Skytrain Pakai Roda Ban Karet Bukan Rel Besi

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Gerbong Skytrain tiba di Bandara Soetta (Foto: Dok. AP II)
zoom-in-whitePerbesar
Gerbong Skytrain tiba di Bandara Soetta (Foto: Dok. AP II)

PT Angkasa Pura II (Persero) menegaskan, moda transportasi Skytrain yang akan beroperasi mengelilingi Bandara Soekarno Hatta mulai Juli 2017 mendatang memiliki perbedaan dengan kereta pada umumnya. Salah satu perbedaannya ada pada jenis roda penggerak.

Humas PT Angkasa Pura II (Persero) Yado Yarismano menjelaskan, roda penggerak pada Skytrain adalah jenis roda ban karet bukan rel besi. Dari jenis roda penggerak, Skytrain mirip dengan monorel.

Baca juga: Skytrain Milik AP II, Diimpor dari Korea dan Bergerak Otomatis

Baca juga: Skytrain yang Sudah Tiba di Bandara Soetta Akan Diuji Coba Akhir Juni

"Ada bannya, dia Automated Guideway Transit/AGT ini pakai ban, konsepnya bukan pake rel. Tapi memang jalannya normal ada jalurnya yang dibuat. Jadi di tengah-tengah di antara ban ada kayak bantalan gitu memang tinggal jalan saja, bannya juga statis enggak belok kanan kiri," kata Yado kepada kumparan (kumparan.com), Senin (29/5).

Gerbong Skytrain tiba di Bandara Soetta (Foto: Dok. AP II)
zoom-in-whitePerbesar
Gerbong Skytrain tiba di Bandara Soetta (Foto: Dok. AP II)

Sementara itu, Yado juga mengungkapkan, AP II telah mengubah tampilan luar Skytrain. Perusahaan telah memberikan goresan warna yang didominasi putih dan merah. AP II juga menempelkan logo perusahaan di bagian muka depan Skytrain.

"Kalau warna merah itu memang corporate color kita," sebutnya.

Baca juga: Tampilan Ciamik Gerbong Skytrain Bandara Soetta

Lalu bagaimana dengan tampilan interiornya? Yado menjelaskan, Skytrain memiliki ruang yang cukup luas yang dapat mempermudah para penumpang pesawat membawa barang bawaan. Yado mengungkapkan, dalam 1 train set, Skytrain bisa menampung hingga 176 penumpang.

"Ini konsepnya itu dia ada seatnya tapi enggak full seat, tengah-tengahnya kosong ada yang berdiri juga. Makanya kapasitasnya dengan dua gerbong (1 train set) bisa memuat 176 penumpang," jelas Yado.