Bersama Menangkal Bahaya Paham Radikalisme

WIKA ARISTA ADALAH SEORANG MAHASISWA PRODI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN YOGYAKARTA ANGKATAN 2018
Tulisan dari WIKA ARISTA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Berbicara tentang nusantara tidak luput dari latar belakang yang kerap membuat air mata turun tanpa dikehendaki, akan perjuangan para pejuang guna menyatukan nusantara. Indonesia, nusantara dan bangsa merupakan kata-kata yang saling berkesinambungan tentang latar belakang hiruk pikuk konflik yang terjadi dinegeri ini. Lahirnya Indonesia yang berdiri dari berbagai bangsa tidak luput dari konflik yang tidak kunjung usai sampai sekarang.
Berbagai golongan yang belum dapat dikatakan bersatu menjadi cikal bakal konflik yang ada di negeri tercinta ini sampai sekarang. Diskriminasi terhadap perbedaan yang selalu menjadi masalah saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa hal-hal yang terjadi saat ini dikarenakan latar belakang yang terdiri dari perbedaan-perbedaan.
Implementasi dari pancasila belum terealisasikan secara maksimal, banyak golongan yang masih memiliki rasa ego yang terlalu tinggi pada suatu golongan mungkin saja dapat menyebabkan radikalisme sehingga timbulnya diskriminasi terhadap golongan satu dengan golongan lainnya. Hal ini harus dicegah dengan cara mengedukasi masyarakat akan indahnya perbedaan atau keberagaman antar golongan. Aturan-aturan yang hadir dalam setiap golongan pun dapat memicu terjadinya praktik radikalisme. Radikalisme merupakan hambatan bagi negara dalam menciptakan keharmonisan kehidupan.
radikalisme telah meracuni berbagai aspek kehidupan, khususnya di dunia pendidikan dengan berbagai macam cara mulai dari sosial media, dan aktifitas kemahasiswaan. kampus menjadi sasaran ideologi kelompok radikal, basis gerakannya ingin melahirkan kelompok intelektual yang bicara soal radikalisme melalui argumentasi kaum cerdas intelektual.
Berita-berita palsu atau yang biasa disebut hoax juga merupakan salah satu metode penyebaran paham radikalisme yang dilakukan oleh kelompok radikalisme, karena dengan berita palsu atau hoax tersebut dapat menebarkan kebencian dan juga merupakan salah satu metode adu domba, sehingga antar kelompok saling membenci dan menyebabkan perpecahan. Hal inilah yang menjadi celah bagi kelompok radikalisme untuk menyebarkan paham-pahamnya. Mahasiswa merupakan salah satu sasaran dimana ajaran radikalisme itu disampaikan. Usia remaja beranjak dewasa ini merupakan usia yang rentan yang mudah sangat terpengaruh, dan masa transisi ini harus diperkuat dengan cara berpikir yang matang sehingga pengaruh-pengaruh dari luar dapat diatasi guna menjadi harapan bangsa untuk masa yang akan datang.
Hal ini menjadi sebuah tantangan ideology bagi mahasiswa karena apabila salah langkah dalam proses menuju kedewasaan akan berakibat lunturnya rasa nasionalisme. Dengan menanamkan rasa nasionalisme pada diri tiap insan dapat mencegah terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang melenceng atau tidak benar. Polemik radikalisme ini pun kian meluas pada kampus di Indonesia ini, pendekatan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikalisme telah merasuki keseharian kampus di tanah air ini. Banyak peristiwa tertangkapnya mahasiswa yang diduga teroris dibeberapa kampus.
Langkah cepat dan tegas harus segera dilakukan oleh para pemimpin mengingat kasus seperti ini merupakan hal yang dapat memecah bela negara kita ini dan dapat menghambat terwujudnya keharmonisan dalam bernegara. Pihak kampus seyogyanya menjadikan perguruan tinggi sebagai tempat untuk membumikan pancasila. Maka dari itu langkah cepat dan tegas sangat dibutuhkan guna memutus jaringan-jaringan yang telah disebarkan oleh kelompok-kelompok radikalisme.
Indonesia butuh kekompakan untuk maju, dengan rasa kebersamaan yang harmonis dan pemikiran yang sehat, bukan dengan mencari alternatif sistem kenegaraan yang sudah selesai sejak dahulu. Ideology pancasila harus dijaga semaksimal mungkin dari pengaruh-pengaruh luar, karena ideology pancasila bukan hanya cita-cita satu golongan yang ada di Indonesia saja tetapi cita-cita Indonesia dimasa yang akan datang, maka dari itu kepentingan bersama merupakan hal yang penting di negara kita saat ini.
