Konten dari Pengguna

Belajar dari Lapangan: Pengalaman Magang di Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap

Wildan Syah

Wildan Syah

Mahasiswa Semester 5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sedang Magang Mandiri Di Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap

ยทwaktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Wildan Syah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Majenang

sumber foto dokumentasi pribadi
zoom-in-whitePerbesar
sumber foto dokumentasi pribadi

Magang menjadi salah satu jembatan penting bagi mahasiswa maupun pelajar untuk mengenal dunia kerja secara nyata. Tidak hanya sekadar menambah pengalaman, magang juga membuka wawasan tentang bagaimana instansi pemerintah bekerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal inilah yang saya rasakan ketika berkesempatan melaksanakan magang di Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, tepatnya di UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Wilayah Majenang.

Apa sih UPTD PKB Majenang?

https://smartkir.cilacapkab.go.id/

Buat yang belum tahu, UPTD PKB adalah tempat masyarakat melakukan uji KIR kendaraan. Tujuannya untuk memastikan kendaraan, terutama angkutan umum dan kendaraan barang, aman dan layak jalan. Jadi kalau remnya blong, lampunya mati, atau asapnya terlalu pekat, kendaraan bisa dinyatakan tidak lulus uji. Semua ini demi keselamatan di jalan raya.Hal ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang menegaskan pentingnya uji berkala kendaraan bermotor guna menjamin keselamatan lalu lintas.

Di Majenang, UPTD PKB jadi garda depan pelayanan masyarakat. Setiap hari ada saja antrean kendaraan yang siap diuji. Dari sinilah saya belajar bahwa di balik lancarnya lalu lintas, ada peran penting instansi ini yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang.

Pengalaman selama Magang

Hari-hari magang diisi dengan banyak kegiatan menarik. Saya bisa melihat langsung bagaimana petugas menguji kendaraan dengan alat khusus, mencatat hasil pemeriksaan, sampai memberikan penjelasan kepada pemilik kendaraan. Bukan hanya soal teknis, saya juga belajar bahwa pelayanan publik itu butuh kesabaran dan komunikasi yang baik. Kadang ada pemilik kendaraan yang bingung kenapa mobilnya tidak lulus uji, dan di situlah peran petugas untuk menjelaskan dengan bahasa sederhana. Dari pengalaman magang ini, ada beberapa hal yang benar-benar membuka pikiran saya:

1. Disiplin waktu itu penting. Kalau terlambat sedikit saja, antrean kendaraan bisa mengular panjang.

2. Keselamatan di jalan dimulai dari kendaraan yang layak jalan. Dari uji rem sampai uji emisi, semuanya berhubungan langsung dengan nyawa orang di jalan.

3. Pelayanan publik itu bukan sekadar pekerjaan teknis, tapi juga soal sikap, tanggung jawab, dan transparansi.

Hal yang dapat di pelajari saat saya magang:

Kegiatan magang di UPTD PKB Majenang memberikan pemahaman komprehensif mengenai praktik pelayanan publik di bidang transportasi. Selain itu, pengalaman ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menciptakan sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Ke depan, diharapkan UPTD PKB dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dengan mengoptimalkan teknologi informasi, misalnya melalui sistem administrasi berbasis digital yang lebih efisien. Inovasi tersebut akan mendukung terciptanya pelayanan publik yang transparan, akuntabel, serta sesuai dengan prinsip good governance.

Wildan Syihabudin, Mahasiswa Prodi Manajemen UMY, UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Wilayah Majenang.