Belajar Melayani Publik dari Balik Meja Pendaftaran: Pengalaman Magang di Dishub

Mahasiswa Semester 5 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sedang Magang Mandiri Di Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Wildan Syah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Magang bukan hanya tentang menambah pengalaman kerja, tapi juga tentang memahami bagaimana pelayanan publik berjalan di dunia nyata. Itulah yang saya rasakan selama menjalani magang mandiri di Dinas Perhubungan, bagian Pengujian Kendaraan Bermotor. Di tempat ini, saya mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses penerimaan pendaftaran uji kendaraan bermotor, yang ternyata lebih kompleks dan bermakna dari yang saya bayangkan.
Mengenal Lebih Dekat Dunia Pengujian Kendaraan
Bagian Pengujian Kendaraan Bermotor memiliki peran penting dalam memastikan bahwa kendaraan yang beroperasi di jalan memenuhi standar keselamatan dan kelayakan teknis. Setiap hari, puluhan pemilik kendaraan—mulai dari mobil angkutan umum hingga truk barang—datang untuk melakukan uji berkala.
Di sinilah saya ditempatkan: bagian penerimaan pendaftaran. Meski terlihat sederhana, tahapan ini menjadi gerbang pertama dalam seluruh proses pengujian. Semua data kendaraan dan dokumen administrasi harus diperiksa dengan teliti sebelum kendaraan diuji oleh petugas teknis.
Menghadapi Tantangan di Meja Pendaftaran
Awalnya, saya sempat gugup. Melayani masyarakat berarti harus siap dengan berbagai karakter pemohon: ada yang sabar, ada pula yang terburu-buru. Namun dari situ saya belajar banyak hal—mulai dari cara berkomunikasi dengan sopan, mengelola antrean, hingga memastikan berkas yang masuk sesuai ketentuan.
Setiap pendaftaran yang saya tangani bukan hanya tentang dokumen, tapi juga tentang tanggung jawab memastikan keselamatan di jalan raya. Jika data tidak akurat, bisa saja berdampak pada hasil uji kendaraan yang tidak sesuai.
Pelayanan Publik yang Humanis
Dinas Perhubungan tempat saya magang berusaha menerapkan prinsip pelayanan publik yang cepat, transparan, dan ramah. Saya melihat langsung bagaimana sistem digital mulai digunakan untuk mempercepat proses pendaftaran, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu lama.
Dari pengalaman ini, saya belajar bahwa pelayanan publik yang baik bukan hanya soal kecepatan, tapi juga soal sikap dan empati. Terkadang, menjelaskan prosedur dengan sabar kepada pemohon bisa membuat mereka lebih memahami pentingnya uji kendaraan untuk keselamatan bersama.
Pelajaran Berharga dari Pengalaman Lapangan
Magang ini membuka pandangan saya tentang pentingnya sinergi antara administrasi dan teknis di lembaga pemerintahan. Setiap bagian memiliki peran penting dalam memastikan layanan berjalan lancar. Lebih dari itu, saya belajar tentang nilai disiplin, ketelitian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini akan saya bawa ke dunia kerja nanti, karena saya percaya bahwa pelayanan publik adalah cerminan profesionalisme dan kepedulian terhadap masyarakat.
Menjadi bagian kecil dari proses pengujian kendaraan bermotor membuat saya sadar bahwa di balik pelayanan yang terlihat sederhana, ada sistem kerja yang rapi dan tanggung jawab besar. Melalui magang mandiri ini, saya tidak hanya belajar tentang administrasi, tetapi juga tentang arti pengabdian melalui pelayanan publik. Saya berharap pengalaman ini bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk tidak ragu magang di instansi pemerintahan. Karena di sanalah, kita bisa melihat bagaimana dedikasi nyata untuk masyarakat dijalankan setiap hari.
Wildan Syihabudin Mahasiswa Prodi Manajemen UMY, UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Wilayah Majenang
