Konten dari Pengguna

Semester Akhir dan Kuliah Online

Wildan Giantara

Wildan Giantara

Mahasiswa Universitas Pamulang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Wildan Giantara tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudah hampir 2 tahun ini kita semua melakukan kegiatan online, tidak terkecuali kegiatan belajar mengajar. Siapa sangka ternyata kegiatan online ini justru kurang efektif dalam proses belajar mengajar, terlebih pada institusi perguruan tinggi khususnya untuk mahasiswa semester akhir.

Berdasarkan hasil survei tentang evaluasi pembelajaran jarak jauh yang dilakukan oleh Ditjen Dikti Kemendikbud, 90 persen mahasiswa lebih memilih kuliah luring (luar jaringan) atau tatap muka

di kelas dibandingkan dengan kuliah dalam jaringan (daring) atau kuliah online. Hal tersebut menunjukan bahawasannya hanya 10% dari survei mahasiswa yang menikamati pembelajaran online.

Kuliah online ini,dinilai kurang efektif dilakukan karena sebagian besar menimbulkan masalah baik dari sisi mahasiswa,maupun dosennya. Banyak faktor yang menyebabkan kuliah online kurang efektif khususnya untuk mahasiswa tingkat akhir. Yang pertama adalah infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang belum merata dalam mendukung pembelajaran jarak jauh. Dimana, seperti yang kita ketahui bahwa tidak semua wilayah memiliki akses internet yang bagus, hal tersebut menyulitkan mahasiswa maupun dosen yang tinggal di wilayah internet yang kurang bagus aksesnya.

Kedua, kegiatan belajar - mengajar yang berjalan tidak sebagaimana mestinya. Dimana terkadang dosen hanya menyampaikan materi pembelajaran berupa bahan ajar dalam bentuk dokumen tanpa adanya penjelasan secara mendalam, ataupun persentasi yang dilakukan secara online terkendala baik karena jaringan atau pun hal yang membuat proses belajar mengajar tidak maksimal.

Ketiga adalah pembiayaan pembelajaran yang bertambah. Hal tersebut dikarenakan mahasiswa harus menyediakan kuota internet tambahan untuk melakukan kegiatan daring, dan juga mahasiwa harus membeli perangkat laptop untuk mendukung fitur – fitur tertentu saat melakukan kegiatan daring.

Kempat terhambatnya proses bimbingan untuk mahasiswa akhir. Untuk mahasiwa tingkat akhir, tentunya berkonsultasi via zoom meetting ataupun google meet tidaklah cukup untuk melakukan bimbingan skripsi/tugas akhir. Penjelasan secara online tentu sangat berbeda dengan tatap muka yang membuat proses bimbinganpun kurang efektif.

Kelima, susahnya mencari referensi. Dikarenakan PPKM dan kebijakan – kebijakan lain selama pandemi ini, banyak tempat – tempat umum yang terpaksa harus ditutup untuk mengurangi penyebaran virus, termasuk perpustaakan. Hal tersebut membuat mahasiswa tingkat akhir sulit mencari referensi buku untuk menyelesaikan tugas akhirnya.

Selain faktor - faktor diatas, masih banyak faktor lainnya yang membuat kuliah online dianggap kurang efektif. Meskipun demikian, kuliah online tidak hanya menimbulkan efek negatif. Kuliah online juga memberi dampak positif salah satunya yaitu dengan kuliah online ini kita dapat menekan atau bahkan memutus rantai penularan Covid-19. Kuliah online yang efektif dan efisien tentu saja membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah dan institusi pendidikan.

sumber : pribadi
sumber : pribadi