Konten dari Pengguna

Moment tak terlupakan : Mahasiswa Unair di NCKU Taiwan

Faiz Wildan

Faiz Wildan

Mahasiswa S1 Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Faiz Wildan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Momen closing pada program internasional di NCKU, Tainan
zoom-in-whitePerbesar
Momen closing pada program internasional di NCKU, Tainan
Momen presentasi akhir dari kelompok peserta program internasional di NCKU, Tainan
zoom-in-whitePerbesar
Momen presentasi akhir dari kelompok peserta program internasional di NCKU, Tainan

Tainan, 18 Juli 2025 — Bagi Faiz Wildan Anshory, mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga, dua pekan mengikuti Summer Program Asia Biomedical Culture di National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan, bukan sekadar pengalaman belajar. Ia menyebutnya sebagai perjalanan yang membuka banyak perspektif baru baik secara akademik maupun pribadi.

Selama berada di Tainan, Faiz mengalami banyak hal untuk pertama kalinya. Mulai dari hidup berdampingan dengan mahasiswa dari berbagai negara, mencoba menulis kaligrafi Mandarin, ikut latihan Tai Chi di pagi hari, hingga merasa menjadi orang asing yang justru diterima dengan hangat.

“Salah satu momen yang nggak akan saya lupa adalah waktu kami duduk bareng di hari pertama, saling memuji meskipun belum kenal satu sama lain. Simpel, tapi bikin hangat. Rasanya seperti disambut sebagai bagian dari satu kelompok, bukan orang luar,” kenangnya.

Ia juga menyoroti momen perpisahan sebagai titik emosional tersendiri. Suasana yang tadinya kaku di awal program, perlahan berubah jadi akrab. “Hari terakhir kami saling peluk, saling kasih kenang-kenangan. Dua minggu ternyata cukup untuk membangun koneksi yang dalam.”

Lebih dari sekadar kegiatan kampus, program ini membekas dalam diri Faiz karena membentuk cara pandangnya sebagai calon perawat. Ia menyadari bahwa perawatan tak hanya soal ilmu medis, tapi juga memahami nilai-nilai budaya, bahasa tubuh, hingga kebiasaan sehari-hari pasien.

“Taiwan jadi tempat yang ngajarin saya tentang banyak hal. Bukan cuma pelajaran di kelas, tapi juga soal hidup, soal menjadi manusia yang lebih terbuka. Buat saya, ini titik balik,” ucapnya.

Dari ruang kelas, meja kaligrafi, hingga gang-gang kecil di kota Tainan, setiap detik yang ia jalani selama program ini menjadi bagian dari cerita hidup yang tak akan terlupa. Sebuah pengalaman lintas negara yang membentuk keberanian, empati, dan kedewasaan dalam diam.