Raih Rekor MURI, BCA Digital Rilis Buku Literasi Keuangan Karya 50 Jurnalis

PT Bank Digital BCA (BCA Digital) meluncurkan buku antologi literasi keuangan Dear Money, We Need to Talk di Perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, pada Selasa (13/10).
Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Utama BCA Digital Lanny Budiati, Director of Business BCA Digital Aditya Wahyu Windarwo, Head of Brand & Communication BCA Digital Duardi Prihandiko, serta Head of Brand Experience & Community BCA Digital Rudini Triyadi. Hadir pula Direktur Literasi dan Inklusi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Andi Muhammad Yusuf dan Wakil Direktur Utama MURI Osmar Susilo.
Dear Money, We Need to Talk menghimpun karya 50 jurnalis sekaligus meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori “Buku Literasi Keuangan Karya Jurnalis Terbanyak”.
Peluncuran tersebut menjadi puncak rangkaian bluPressAwards 2026 dan digelar bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan. Sebanyak 50 artikel dalam buku ini dipilih dari 118 karya jurnalis se-Indonesia melalui proses kurasi bersama ahli keuangan.
“Hari ini, MURI secara resmi mencatatkan sebuah rekor baru bertajuk buku literasi keuangan karya jurnalis terbanyak di Indonesia,” ujar perwakilan MURI dalam acara tersebut.
BCA Digital menerbitkan buku ini untuk menghadirkan edukasi keuangan yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Isinya mengangkat beragam persoalan seperti tanggung jawab sebagai sandwich generation, pengelolaan dana darurat, perencanaan keuangan pasangan sebelum menikah, hingga menabung untuk hiburan.
Direktur Utama BCA Digital, Lanny Budiati, mengatakan, hubungan seseorang dengan uang tidak hanya berkaitan dengan jumlah yang dimiliki atau harga barang yang ingin dibeli, tetapi juga makna uang dan tujuan yang ingin dicapai.
Dalam sambutannya, Lanny menjelaskan bahwa setiap orang memiliki penghasilan, persoalan, dan tanggung jawab yang berbeda. Kondisi tersebut ikut menentukan cara mereka mengelola uang. Karenanya, pendekatan yang berhasil satu orang belum tentu sesuai bagi orang lain.
“Setiap orang punya perjalanan finansial berbeda dan tidak ada satu formula yang berlaku untuk semua. Lewat buku ini, BCA Digital ingin menunjukkan bahwa mengelola keuangan bukan sekadar tentang angka, melainkan bagaimana kita mengambil keputusan yang lebih baik,” ujar Lanny dalam keterangan tertulis.
Keragaman pengalaman itu hadir dalam cerita tentang membiayai kebutuhan keluarga hingga menabung untuk healing. Lanny berharap generasi milenial dan Gen Z dapat menemukan cara yang sesuai dengan kondisinya sekaligus merasa tidak sendirian dalam memperjuangkan tujuan finansial.
Menghadirkan Literasi Keuangan lewat Cerita Nyata
Head of Brand & Communication BCA Digital, Duardi Prihandiko, menjelaskan bahwa gagasan menerbitkan buku muncul setelah pihaknya melihat beragam karya yang masuk ke bluPressAwards. Para jurnalis mengangkat persoalan keuangan dari berbagai daerah dan situasi keluarga dengan penyampaian yang mudah dipahami.
Menurut Duardi, keragaman cerita itu membuka kesempatan bagi pembaca untuk menemukan pengalaman yang sesuai dengan kondisinya. BCA Digital juga melibatkan ahli keuangan dalam proses kurasi untuk memastikan materi yang disampaikan tetap sesuai dengan prinsip pengelolaan keuangan.
Ia juga menilai pencapaian rekor MURI menjadi pengakuan terhadap kontribusi jurnalis dalam menyampaikan edukasi finansial kepada masyarakat.
“Teori keuangan di atas kertas sering kali terasa kaku, tetapi cerita nyata di media terasa jauh lebih familiar dan menggugah kesadaran,” kata Duardi dalam keterangan tertulis.
Yusuf juga turut menekankan perlunya peningkatan pemahaman keuangan seiring dengan meluasnya akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.
Ia menjelaskan bahwa literasi keuangan mencakup pengetahuan, keterampilan, keyakinan, serta sikap dan perilaku dalam mengambil keputusan finansial. Pemahaman tersebut diperlukan agar masyarakat dapat memilih produk sesuai kebutuhan dan kemampuan, sekaligus melindungi diri dari penipuan maupun layanan keuangan ilegal.
Menurutnya, pendekatan melalui pengalaman sehari-hari, seperti merencanakan kebutuhan bersama pasangan atau mengelola tanggung jawab keluarga, dapat membantu pesan edukasi lebih mudah diterima generasi muda.
Yusuf mencontohkan bahwa keinginan menonton konser dapat menjadi titik masuk untuk belajar merencanakan keuangan. Anak muda perlu menetapkan tujuan, menyusun anggaran, dan menyiapkan tabungan agar pengeluaran untuk hiburan tidak menambah beban utang.
Menjadi Bagian dari Edukasi bluAcademy
Head of Brand Experience & Community BCA Digital, Rudini Triyadi, mengatakan buku ini menjadi bagian dari ekosistem edukasi bluAcademy. Melalui program tersebut, BCA Digital menghadirkan pembelajaran keuangan yang melibatkan perencana keuangan serta interaksi dengan peserta yang menghadapi persoalan serupa.
Rudini menjelaskan bahwa buku dapat memperluas jangkauan edukasi di luar peserta program. Dengan membaca pengalaman orang lain, masyarakat diharapkan memperoleh gambaran yang lebih konkret tentang persoalan keuangan dan cara menyikapinya.
BCA Digital menyerahkan eksemplarnya untuk menjadi koleksi Perpustakaan Habibie & Ainun serta merencanakan distribusi ke sekolah, perpustakaan, dan sarana edukasi lainnya. Buku ini pun dapat diakses masyarakat dengan cara mengunduh versi digital buku tersebut secara gratis melalui situs resminya.
BCA Digital berharap pengalaman yang dihimpun para jurnalis dapat menjangkau lebih banyak pembaca dan membantu mereka mengambil keputusan keuangan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
