People Pleaser : Menyenangkan Orang Lain Tidak Selalu Menyenangkan

winda althaira
Mahasiswi Universitas Syiah Kuala Fakultas Kedokteran Prodi Psikologi
Konten dari Pengguna
3 Maret 2024 9:29 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari winda althaira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Created on https://www.canva.com/
zoom-in-whitePerbesar
Created on https://www.canva.com/
ADVERTISEMENT
Saat kamu terlalu sering mengabaikan keinginan kamu, mengabaikan perasaan kamu tetapi kamu terus memenuhi keinginan dan mementingkan perasaan orang lain. Ciri-ciri tersebut menandakan bahwa kamu merupakan seorang people pleaser. Ini bisa jadi bahaya bagi kesehatan mental kamu loh. Mari kenali penyebab, dampak, dan juga cara mengatasi sikap people pleasing.
ADVERTISEMENT
Apa itu People Pleaser?
People pleaser merupakan sebutan bagi orang yang mengubah perilaku mereka untuk membuat orang lain bahagia (Briggs et al., 1980). Ini berarti seorang people pleaser mengiakan apapun yang orang lain inginkan walaupun dirinya tidak ingin untuk melakukan hal tersebut. Apa yang dilakukan orang tersebut mencerminkan bahwa dia tidak peduli pada dirinya sendiri. Hal ini biasanya disebabkan oleh ketakutan akan rasa tidak aman hingga trauma di masa lalu.
People pleaser selalu merasa bahwa mereka akan dijauhi dan dimusuhi saat menolak permintaan orang lain. Hal itu menimbulkan rasa takut yang berlebih, sehingga mereka merasa wajib untuk mengiakan dan melakukan apapun permintaan dari lingkungan walaupun mereka merasa tidak nyaman atas permintaan tersebut. Perlakuan ini juga dapat dipicu dari rasa ingin disukai orang lain agar mereka dapat masuk ke lingkup sosial orang lain. Bahkan jika sudah parah, ini bisa saja berhubungan dengan kepribadian masikis yaitu perasaan puas saat disakiti dan direndahkan oleh orang lain.
ADVERTISEMENT
Ciri-Ciri People Pleaser
Dikutip dari tulisan Tim Medis Siloam Hospital (2023), berikut merupakan ciri-ciri people pleaser :
1. Merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain.
2. Mengabaikan pendapat diri sendiri agar terhindar dari perdebatan.
3. Terlalu sering meminta maaf bahkan saat ia tidak melakukan kesalahan.
4. Merasa cemas ketika orang lain marah.
5. Menutupi apa yang dirasakan.
6. Selalu membantu orang lain namun menolak jika dibantu.
7. Sering menyalahkan diri sendiri atas perasaan tidak senang orang lain.
Apa yang Membuat Seseorang Menjadi People Pleaser?
Berbagai penyebab yang terlintas di pikiran saya selaku penulis seperti rasa takut dan cemas berlebih yang dialami people pleaser sehingga terus mengiakan keinginan orang lain. Namun, bagaimana rasa takut itu muncul dalam diri mereka? Menurut Psikolog UGM, Smita Dinakaramani, S.Psi., M.Psi., Psikolog., rasa takut dan cemas berlebih yang dirasakan oleh people pleaser didukung oleh faktor self-esteem.
ADVERTISEMENT
Rendahnya kepercayaan diri (self-esteem) membuat people pleaser menjadi takut untuk dibenci dan dijauhi oleh lingkungannya karena merasa insecure. Saat mereka melihat orang lain lebih baik dari mereka maka muncul perasaan bahwa pendapat dan perasaan mereka tidak penting dan salah.
Jika dikaji melalui ilmu psikologi perkembangan anak & remaja, rendahnya self-esteem disebabkan oleh pengasuhan yang salah dan pengaruh faktor lingkungan di masa kecil. Beberapa artikel mengatakan people pleaser ini juga disebabkan oleh trauma. Namun, pada buku Berani Tidak Disukai karya Ichiro Kisimi dan Fumitake Koga ditulis bahwa trauma itu tidak ada atau tidak berpengaruh dalam hidup kita saat ini maupun yang akan datang karena apapun yang terjadi kedepannya itu merupakan pilihan yang kita ambil di masa sekarang. Alasan people pleaser merasa tidak layak mencapai sesuatu atau takut akan kegagalan dikarenakan orang tersebut takut keluar dari zona nyaman yang sudah mereka dapatkan sehingga menjadikan trauma sebagai alasan untuk orang tersebut mencapai tujuannya. Ini didasarkan oleh pendapat salah satu tokoh psikologi yaitu Alfred Adler yang mengatakan bahwa apapun yang kita lakukan merupakan keputusan yang kita ambil secara sadar.
ADVERTISEMENT
Dampak Menjadi People Pleaser
Sifat ini akan mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan mental jika terus-menerus dilakukan. Berikut dampak yang terjadi jika menjadi people pleaser:
1. Stres
Seseorang yang terus takut dan cemas karena memikirkan perasaan orang lain akan mengalami stres. Mereka tidak punya waktu untuk memikirkan diri mereka sendiri karena terus memikirkan orang lain.
2. Gangguan Emosi hingga Bipolar
Seorang yang memiliki sifat people pleasing ini sering memendam emosi saat dimanfaatkan oleh orang lain sehingga hal tersebut akan membuat depresi hingga gangguan bipolar dalam diri.
3. Lelah Fisik dan Mental
Ini disebabkan oleh sifat people pleaser yang ingin terus melakukan apapun permintaan orang lain yang bahkan belum tentu mereka nyaman melakukan hal tersebut. Banyaknya perasaan yang mereka pendam juga dapat membuat mental mereka lelah.
ADVERTISEMENT
Cara Berhenti Menjadi People Pleaser
Berikut tips yang bisa saya berikan kepada teman-teman yang mungkin mengalami hal ini :
1. Boleh membahagiakan orang lain tetapi harus mendahulukan apa yang menjadi bahagianya kita.
2. Jangan takut ditinggal atau dimusuhi oleh orang lain karena itu merupakan overthinking yang akan membuat mental kamu menjadi tidak sehat.
3. Beri jeda waktu saat mengambil keputusan dan pikirkan apakah kamu nyaman dengan hal tersebut.
4. Tumbuhkan harga diri dalam diri.
5. Tegas berkata ‘tidak’ jika kamu tidak mampu untuk melakukan hal tersebut.
6. Bangun relasi yang positif.
7. Jika kamu tidak mampu melakukan hal diatas, segera konsultasi ke psikolog.
Apakah People Pleaser Melakukan Tindakan Manipulasi?
ADVERTISEMENT
Menyenangkan orang lain juga dapat disebut tindakan pengorbanan diri yang buruk, karena banyak kerugian yang diterima oleh orang tersebut. Pengorbanan diri yang dilakukan berupa menyembunyikan perasaan sehingga dapat dikatakan people pleaser melakukan sikap manipulatif. People pleasing juga dapat disebut solusi jangka pendek dan mengalami dampak yang jangka panjang.
Sumber Referensi :
Anggita,U.2022. What’s The Matter With PEOPLE PLEASER.Yogyakarta: Buku Bijak.Tersedia dari https://www.goodreads.com/en/book/show/61894687.
Dian,R.2023. Kenali Ciri-Ciri, Penyebab, Dampak Negatif, serta Cara Agar Tidak Menjadi People Pleaser.Diakses pada 23 Februari 2024,dari https://narasi.tv/read/narasi-daily/people-pleaser-adalah
Huntington,C.2023. People Pleasing: Definition, Quotes, &Psychology.Diakses pada 23 Februari 2024,dari https://www.berkeleywellbeing.com/people-pleasing.html.
Ika.2023. Psikolog UGM Bagikan Tips Atasi People Pleaser.Diakses pada 23 Februari 2024,dari https://ugm.ac.id/id/berita/23447-psikolog-ugm-bagikan-tips-atasi-people-pleaser/.
Kishimi,Ichiro dan Fumitake Koga.2019.Berani Tidak Disukai.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
ADVERTISEMENT
Lim,V. Penyebab, Ciri-Ciri, & Cara Berhenti Menjadi People Pleaser.Diakses pada 23 Februari 2024,dari https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-people-pleaser.