Cegah Stunting dengan Protein Hewani

A mom who likes to sharing about beauty, travelling and lifestyle.
Tulisan dari Windana Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Hello moms apakabar? hihi kali ini aku mau bercerita tentang event yang beberapa hari lalu aku hadiri. Dalam rangka memperingati hari Ibu KumparanMOMs dan Frisian Flag Indonesia mengadakan acara yang bertema "Belajar Seru Tentang Gizi". DAn Narasumber yang hadir kali ini adalah Perwakilan Bappenas, Dr. Ir. Subandi Sardjoko, Msc (Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan). Ada dr. Diana F. Suganda (Nutrisionis) dan Andrew F. Saputro (Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia). dan ada Cooking demo juga bersama Chef Astrolem Putra.

Diacara tersebut Narasumber juga membahas seputar masalah Stunting yang ternyata masih cukup tinggi di Indonesia. Berdasarkan data 1 dari 3 anak di Indonesia ternyata mengalami Stunting 😱 Fakta yang terjadi di Indonesia saat ini adalah rendahnya konsumsi asupan protein hewani, sehingga kasus stunting terjadi. Perlu diketahui bahwa investasi protein hewani sangatlah penting karena memiliki kandungan asam amino esensial yang lengkap, yang dinilai mampu membantu pertumbuhan serta kecerdasan otak anak.
Mengapa anak Membutuhkan Protein Hewani ?
Karena saat dikonsumsi, protein dipecah menjadi asam amino. Protein dan Asam Amino digunakan dalam seluruh proses metabolisme tubuh. Dan ternyata protein hewani mengandung lebih banyak asam amino esensial yang berguna bagi tubuh, jika dibandingkan dengan protein nabati.
Protein hewan mengandung lebih tinggi :
Vitamin B12, yang ada di ikan, daging, unggas, produk susu
Vitamin D, yang ada di ikan berlemak, produk susu (protein nabati juga mengandung vitamin D, tapi pemanfaatannya lebih baik dari sumber hewani).
DHA yang terdapat pada asam lemak esensial omega 3 seperti ikan, yang baik untuk kesehatan otak dan sulit didapat dari sumber nabati.
Pemenuhan gizi yang lengkap pada 2 tahun pertama masa kehidupan memiliki peran yang krusial. Setelah pemberian Air Susu Ibu eksklusif pada tahun pertama kehidupannya, anak membutuhkan makanan pendamping dengan kandungan karbohidrat, lemak, dan protein. Sumber protein hewani terbaik dapat ditemukan dalam susu, telur, unggas, ikan, serta daging. Tapi faktanya, masyarakat Indonesia masih sangat rendah konsumsi protein hewaninya 😥
Tips and Trik Agar si Kecil Semangat Mengkonsumsi Protein Hewani :
Orang tua harus jadi role model, karena anak itu akan selalu mencontoh orang tuanya.
Makan bersama keluarga di meja makan
Variasikan menu masakan setiap hari
Variasikan betuk makanan contohnya seperti bento box
Sabar dan tidak memaksa
Sajikan makanan dan minuman dengan penuh cinta.
Resiko kekurangan protein hewani untuk anak dimasa mendatang?
Anak yang tidak terpenuhi jumlah asupan protein hariannya, akan mengalami berbagai masalah kesehatan seperti :
Rasa lelah, lemah, letih dan lesu
Kurang konsentrasi
Pertumbuhan badan menjadi terganggu
Nyeri tulang
Penyembuhan luka lebih lama
Penurunan respons imun
Bisakah kita mencegah kekurangan protein? oow bisa dong caranya sebenarnya cukup mudah yang penting teratur dan terbiasa saat melakukannya, yaitu :
Jadwal makan teratur (3x makan utama + 2x selingan sehat)
Setiap kali makan dilengkapi dengan julah kebutuhan protein yang sesuai usia.
Selingan sehat dengan ekstra protein
Perkenalkan berbagai jenis protein sejak dini (MPASI)
Setelah itu acara dilanjutkan dengan cooking class dan cooking competition, yang mana kalo menang bakalan dapetin voucher senilai 2juta rupiah! haha bener-bener pertarungan cooking class mamak-mamak yang sengit nih hahah
Nah susu Frisian Flag Junio ini bisa dijadikan alternative bagi para orang tua dalam menyajikan asupan protein hewani bagi keluarga. Selain rasanya yang enak dan disukai anak, Kemasannya juga sangat praktis sehingga bisa diminum kapanpun dan dimanapun yayy..
And that's a wrap! seru banget yaa acara kali ini, selamat hari Ibu Moms dan semoga anak-anak kita dijauhi dari yang namanya stunting yaa amiinn hehe see you in another story 😊
