Buah Tarap: Buah dengan Aroma Khas dari Tanaman yang Mulai Langka

Dosen Universitas Andalas
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Winda Purnama Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada yang sudah pernah mencoba buah tarap? Buah yang berasal dari tanaman tarap dan merupakan tanaman asli dari Kalimantan dan Filipina Selatan khususnya Borneo, Palawan dan Pulau Mindanao. Buah tarap (Artocarpus odoratissimus) berasal dari keluarga Moraceae, yang juga mencakup buah nangka, cempedak, dan sukun.
Buah tarap, juga dikenal sebagai marang, madang, timadang, terap, kiran, tarok, pedalai hijau, atau johey oak. Dalam budaya setempat, buah tarap telah lama menjadi bagian dari pengobatan tradisional dan sering dijumpai di pasar-pasar lokal. Dan meskipun kurang dikenal di luar daerah asalnya, buah tarap memiliki banyak manfaat dan keunikan.
Pohon tarap dapat tumbuh hingga 25 meter dengan batang berdiameter hingga 40 cm. Rantingnya memiliki bulu kuning hingga kemerahan. Daunnya berbentuk jorong hingga bundar telur terbalik, dengan ukuran 11-28 × 16-50 cm.
Buah tarap berbentuk bulat, berwarna kuning kehijauan, dan memiliki daging buah putih, lunak, dan manis. Buah tarap memiliki ciri khas kulit tebal dengan aroma khas yang kuat. Biji buah tarap besar dan biasanya direbus atau digoreng sebelum dimakan.
Buah tarap mengandung kalori (334–379 Kcal per 100g), karbohidrat, serat, protein, dan lemak. Mikronutrien seperti kalsium, fosfor, zat besi, magnesium, kalium, dan natrium juga terdapat dalam buah tarap.
Buah dan pohon tarap memiliki banyak manfaat dan kegunaan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa kegunaan buah tarap:
Konsumsi Langsung
Buah tarap biasanya dikonsumsi langsung setelah matang. Daging buahnya yang manis dan beraroma khas sangat digemari.
Olahan Makanan
Selain dimakan langsung, buah tarap juga bisa diolah menjadi berbagai makanan seperti jus, selai, atau campuran dalam es krim.
Bahan Masakan Tradisional
Dalam beberapa budaya lokal, buah tarap dijadikan bahan dalam berbagai masakan tradisional. Misalnya, di Borneo, tarap bisa diolah menjadi hidangan penutup atau bahkan dijadikan bahan dalam pembuatan kue.
Penggunaan Kayu
Pohon tarap juga memiliki kayu yang kuat dan sering digunakan dalam pembuatan perabotan atau bahan bangunan.
Pengobatan Tradisional
Beberapa bagian dari tanaman tarap, seperti daun dan kulit pohon, digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan.
Di samping kegunaannya yang luas, buah tarap juga memiliki beragam manfaat kesehatan yang tidak kalah pentingnya, di antaranya:
Membantu Pesakit Anemia. Kandungan zink dan zat besi membantu pesakit anemia.
Kesehatan Gigi dan Tulang. Fosforus dan kalsium melindungi gigi dan tulang.
Mengurangi Risiko Kanker. Buah tarap bersifat antiradang dan mengandung antioksidan.
Menurunkan Tekanan Darah dan Kolesterol. Dapat membantu mengatur tekanan darah dan kolesterol.
Mendukung Sistem Pencernaan. Kandungan serat baik untuk pencernaan.
Meningkatkan Stamina. Karena kaya protein, lemak, dan karbohidrat.
Meskipun belum begitu populer di luar daerah asalnya, potensi buah tarap untuk kesehatan dan kuliner sangat besar. Mengingat kandungan gizinya, memasukkan buah tarap ke dalam pola makan harian bisa menjadi langkah yang baik untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.
