Penyebab ASI Berkurang Dan Cara Mengatasinya Untuk Ibu Menyusui

Sosmed Specialist | Food Writer | Food Reviewer | Instagram : @gulanyagulali | Youtube : GulanyaGulali
Tulisan dari Winda Puspita - GulanyaGulali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dalam rangka Pekan Asi Sedunia yang jatuh pada tanggal 1-7 Agustus 2019 lalu, kembali digalahkan beberapa informasi informasi seputar ASI yang harus diperhatikan oleh ibu menyusui dan ibu hamil. Tanggal 06 Agustus 2019 lalu saya menghadiri sebuah acara talkshow #SayYesToAsi yang diadakan oleh Prenagen World dan Kal Care.
Ada dua narasumber yang akan memberikan pengetahuan seputar Asi, pertama di isi oleh dr. N.B Donny A.M., SpOG yang akan membahas tentang nutrisi ASI.
Memasuki kehamilan 18 minggu saya masih disibukkan dengan mencari informasi seputar kehamilan saja, yang terpenting kehamilan saya sehat hingga persalinan nanti. Nyatanya persiapan untuk meng-ASI-hi juga harus dilakukan jauh sebelum mulai memberikan ASI yaitu saat kehamilan.
Selain itu Asi bukan hanya sangat penting untuk bayi tapi juga bermanfaat untuk ibu dan keluarga, karena sebagian besar nutrisi yang dibutuhkan bayi terutama pada 6 bulan pertama kehidupannya. Nutrisi dari Asi yang menurut saya sangat ajaib dan tidak bisa didapatkan dari bahan atau sumber manapun selain dari susu ibu.
Pentingnya Asi bagi ibu meliputi beberapa manfaat diantaranya:
Mengurangi resiko kanker payudara dan ovarium
Mempercepat involusi rahim
Mencegah pendarahan
Mengurangi Anemia
Mempercepat penurunan berat badan
Memberikan rasa kasih untuk bayi
Menjadi kontrasepsi alami dengan syarat ibu harus memberikan full Asi terutama 6 bulan pertama dan tanpa tambahan formula.
Pentingnya lingkungan terutama support system keluarga yaitu suami juga sangat dibutuhkan dalam memberikan Asi untuk bayi. Tidak jarang masih banyak ibu yang sedang berjuang dapat berputus asa dengan berbagai pendapat lingkungan yang ia dapatkan.
Meski baru saja melahirkan menurut dr.Donny wajar dan jangan takut kalau ibu belum bisa memberikan Asi, dikarenakan bayi masih mampu bertahan dengan lemak yang ia miliki. Apalagi jika Asi yang dikeluarkan oleh ibu masih terbilang sedikit tidak usah terlalu khawatir karena Asi akan semakin terus berproduksi dengan seiring waktu tergantung pada supply and demand.
Untuk itu beberapa penyebab berkurangnya asi yang perlu diperhatikan oleh ibu:
Diet ketika menyusui
Ibu menyusui itu selalu saya dilanda lapar, karena nutrisi yang dihasilkan semata-mata bukan hanya untuk ibu saja tapi juga untuk bayi. Itu sebabnya jika melakukan diet ketika menyusui sangat tidak disarankan karena akan membuat produksi asi menjadi berkurang.
Minum Kopi
Minum kopi jika masih dalam batas yang wajar yaitu tiak lebih dari 3 cangkir sehari atau dengan kandungan kafein 300mg.
Stress dan lelah
Lelah dan stress juga dapat mempengaruhi produksi Asi pada ibu, itu sebabnya ibu harus pintar-pintar dalam mengatur waktu dan ayah bisa bergantian dalam menjaga bayi ketika ibu ingin istirahat.
Menggunakan obat-obatan
Dikarenakan kelelahan dan stress bisa menyebabkan daya tahan tubuh juga berkurang dan sakit, menggunakan obat-obatan untuk menyembuhkan dan tidak disertai konsultasi dengan dokter bisa membuat produksi Asi berkurang. Bagaimanapun juga efek kimia pada obat bisa berpengaruh.
Tidak Memperhatikan Kesehatan
Menjaga kesehatan ibu sangatlah penting karena sangat berpengaruh pada kelangsungan untuk bayi dan juga keluarga selain itu untuk produksi Asi. Maka dari itu ibu tidak hanya harus pandai mengatur waktu istirahat tapi juga harus memperhatikan asupan nutrisi yang sehat dan bergizi.
Seperti yang kita lihat bahwa pengetahuan seputar Asi juga penting diketahui oleh Ayah yang menjadi support system. Karena berjuang dalam membesarkan dan merawat anak tidak hanya tugas seorang ibu saja.
Meskipun Ayah tidak mengeluarkan Asi tapi juga bisa andil dalam emosi dan bantuan lainnya agar ibu dapat menghasilkan Asi yang banyak dan baik untuk bayi.
Adapun dalam point terakhir menjadi point utama yang harus diperhatikan sebagai langkah dalam mengatasi dan memperbanyak Asi untuk Ibu, diantaranya:
Jalani pola makan sehat, bergizi dan bervariasi
Selalu tawarkan menyusu dan peka terhadap keinginan bayi
Pastikan perlekatan tepat
Lakukan skin to skin
Mengkonsumsi zat yang meningkatkan produksi Asi
Hindari penggunaan puting buatan
Pijat Payudara
Selama talkshow seputar pemeliharaan payudara juga dilakukan dan dipraktekan oleh Bd.Israna Atikah, S.Keb dengan tujuan menjaga kebersihan payudara, melenturkan dan menguatkan puting susu, mengeluarkan puting susu yang tenggelam serta memperbanyak produksi Asi.
Ada 3 Rangkaian dalam pemeliharaan payudara, diantaranya:
Pijat Payudara
Pijat payudara dapat dilakukan bahkan ketika saat masa kehamilan, dengan tujuan untuk melancarkan peredaran darah dan yang menjadi aliran jalur susu ibu.
Sebelumnya bersihkan terlebih dahulu puting susu dengan bahan pembersih alami semisal baby oil. Untuk langkah cara pemijatan payudara ibu bisa melihat dan searching langkahnya di youtube. Takutnya terlalu vulgar jika saya bubuhkan photo langkah pemijatan.
Pijat Oksitosin
Sebagai langkah bonding dengan suami bisa juga dilakukan dengan pijat oksitosin atau pijat kebahagiaan. Karena dengan melakukan pijat ini bisa mengeluarkan zat oksitosin yang bisa melancarkan Asi.
Bisa dilakukan pada beberapa titik pemijatan pada punggung ibu.
Kompres Payudara
Kompres payudara dilakukan untuk melembutkan payudara sebelum mulai pemijatan. Dengan menggunakan air dingin dan air hangat secara bergantian selama 5 menit.
Semoga informasi ini bermanfaat untuk para ibu yang sedang berjuang memberikan Asi bagi anaknya. Jangan berputus asa dan menyerah ya.
