Minamaterik, Pupuk Buatan FMIPA UI Tingkatkan Hasil Bandeng Desa Pantai Bahagia

Mahasiswa S1 Biologi Universitas Indonesia
Konten dari Pengguna
12 September 2022 15:14
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari windya fajira tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Proses pembenihan bandeng di Desa Pantai Bahagia. Foto: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Proses pembenihan bandeng di Desa Pantai Bahagia. Foto: Dok. Pribadi
ADVERTISEMENT
Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berkolaborasi dengan Yayasan Pandu Cendekia dan didukung oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI) telah mengadakan pengabdian masyarakat di Desa Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi pada Senin, 20 Juni 2022. Program ini bermula dari suksesnya program pengmas tambak udang windu (Penaeus monodon) menggunakan pupuk minametrik sehingga menginisiasi penggunaan pupuk minametrik pada tambak bandeng (Chanos chanos Forsk.). Minametrik adalah pupuk yang diramu oleh empat dosen Universitas Indonesia yang berkhasiat sebagai pupuk, suplemen, dan obat untuk pencegahan penyakit pada ikan dan udang.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, masyarakat di Desa Desa Pantai Bahagia mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan laut lepas dan petani tambak sehingga menggantungkan hidupnya seperti hasil laut dan tambak. Ikan bandeng (Chanos chanos Forsk.) menjadi salah satu jenis ikan yang hidup di air payau yang menjadi pilihan masyarakat untuk ditambakkan karena sifatnya yang mudah beradaptasi dan mengandung gizi tinggi. Oleh karena itu, melalui program pengabdian masyarakat ini diharapkan menjadi sarana edukasi dan pengenalan teknik budidaya bandeng dengan sistem semi intensif dan menggunakan pupuk minametrik sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan menunjang perekonomian masyarakat setempat.
Mahmud sebagai salah satu petambak di Desa Pantai Bahagia mengaku bahwa hasil panen bandeng belakangan ini kurang memuaskan karena hasil panen tidak mencapai target. “...target dari pelepasan nener 100% kemarin kita coba lepas 17.000, targetnya minimal 10.000, sekitar 80%. Tapi hasilnya cuma sekitar 60% dengan 8.000-10.000 ikan hidup.” Menurut Mahmud hasil panen yang kurang optimal tersebut disebabkan karena faktor cuaca dan pakan alami yang kurang sesuai, baik dari harga pasaran maupun kualitas. Namun, berkat sosialisasi tambak minametrik yang dilakukan tim pengmas FMIPA UI, hasil panen mulai meningkat pesat dan optimal.
ADVERTISEMENT
“Pada hari ini, FMIPA UI melaksanakan pengmas di Desa Pantai Bahagia dengan meningkatkan produksi bandeng melalui metode minametrik dengan memberikan nutrisi pada tanah dan ikan itu sendiri. Tambak tersebut kita rancang secara semi intensif, dimana pada tepi tambak kita bentuk tembok tapi bagian bawahnya tetap tanah. Harapannya dari program ini dapat membantu perekonomian masyarakat karena produksi bandeng meningkat” Ungkap Dimas Haryo Ketua Tim Pengabdian Masyarakat.
Mahmud juga menjelaskan harga pakan sekarang tidak seperti biasanya dari Rp210.000 per sak kini menjadi Rp235.000 per sak. Hal tersebut menjadi permasalahan bagi para petani tambak sehingga pemberian pakan per hektar yang biasanya dapat diberikan 200 sak sampai 300 sak per hektar harus dikurangi.
“Kita butuh support terutama dari pemerintah sendiri, harga pakan saat ini sudah tidak normal.” Lanjut Mahmud.
ADVERTISEMENT
Dimas Haryo sebagai Ketua Tim Pengabdian Masyarakat juga berharap program ini dapat meningkatkan hasil panen bandeng sehingga perekonomian masyarakat juga ikut meningkat.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·