AI dalam Dunia Bisnis: Bermanfaat atau Justru Jadi Ancaman?

Winola Farhani
Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Soedirman
Konten dari Pengguna
22 September 2023 10:27 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Winola Farhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). Foto: Shutterstock

Artificial Intelligence

ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Saat ini kita hidup dalam zaman di mana teknologi informasi dan sistem informasi telah mengubah dunia bisnis secara mendasar. Revolusi digital telah mengubah cara perusahaan beroperasi, berinteraksi dengan pelanggan, dan bersaing di pasar global. Fenomena ini merupakan sebuah transformasi yang luar biasa dan tak bisa dihindari, yang memiliki dampak signifikan pada setiap sektor bisnis.
ADVERTISEMENT
Data menjadi aset yang sangat berharga dalam ekonomi digital. Sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan data tentang operasi mereka, pelanggan, dan pasar dengan tingkat detail yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Analisis data yang cerdas memberikan perusahaan wawasan yang mendalam, memungkinkan juga mereka untuk membuat keputusan yang lebih tepat dan strategis.
Ilustrasi. Foto: Shutterstock.com/Deemerwha studio
Pada era digital yang semakin berkembang ini, saat kita mendengar kata "data", kata tersebut menjadi tidak terlepas dari kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) telah menjadi suatu perbincangan yang tak terelakkan dalam dunia bisnis.
Artificial intelligence tidak lagi hanya menjadi konsep futuristik. Ia telah menjadi realitas yang merasuk ke dalam jantung operasi bisnis modern. Dari kemampuan chatbot dalam melayani pelanggan hingga analisis data yang canggih, AI telah merevolusi cara perusahaan beroperasi dan bersaing di lingkungan bisnis yang kompetitif saat ini.
ADVERTISEMENT
Bagaimana peran penting AI dalam meningkatkan efisiensi dan mendorong inovasi dalam dunia bisnis yang terus berubah dan dinamis?

Menggandeng Efisiensi Melalui Otomatisasi

Salah satu dampak paling langsung dari AI dalam sektor bisnis adalah kemampuannya untuk mengotomatisasi tugas-tugas yang sebelumnya memakan waktu yang cukup lama dan rentan terhadap kesalahan manusia.
Perangkat lunak dan robot yang ditenagai AI dapat menyelesaikan berbagai pekerjaan rutin seperti menginput data, manajemen inventaris, dan bahkan pertanyaan dasar pelanggan. Otomatisasi ini tidak hanya dapat mengurangi biaya operasional tetapi juga membebaskan karyawan untuk fokus pada kegiatan yang lebih kompleks dan bernilai tambah.
Akibatnya, perusahaan dapat beroperasi dengan lebih efisien, mengoptimalkan alur kerja, dan mengalokasikan sumber daya dengan lebih strategis.
ADVERTISEMENT

Meningkatkan Pengambilan Keputusan dengan Wawasan Berbasis Data

Ilustrasi. Foto: Shutterstock.com/Blue Planet Studio
Kekuatan sejati AI terletak pada kemampuannya untuk menganalisis sejumlah besar data dengan cepat dan akurat. Di zaman sekarang banyak bisnis menggunakan AI untuk mengekstrak wawasan berharga dari data mereka, baik dalam memahami perilaku pelanggan, mengoptimalkan rantai pasokan, atau mengidentifikasi tren pasar.
Wawasan berbasis data ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih informasi, yang sangat penting dalam lingkungan bisnis yang kompetitif saat ini. Analitik prediktif AI dapat memprediksi permintaan, mengurangi risiko, dan mengidentifikasi peluang, memberdayakan bisnis untuk selalu berada satu langkah di depan pesaing.

Inovasi dalam Produk dan Layanan

Perusahaan memanfaatkan AI untuk menciptakan produk dan layanan inovatif yang sebelumnya sulit dibayangkan. Misalnya, aplikasi kesehatan yang didukung AI dapat membantu dalam diagnosis penyakit, sementara kendaraan otonom merevolusi transportasi.
ADVERTISEMENT
Sistem rekomendasi yang ditenagai AI mengubah cara kita menemukan dan mengkonsumsi konten dan produk. Dengan mengintegrasikan AI dalam penawaran mereka, bisnis dapat melayani permintaan dan preferensi pelanggan yang terus berubah, yang merupakan hal penting untuk tetap relevan dan bersaing.

Pengalaman Pelanggan yang Dipersonalisasi

AI telah membawa era baru dalam keterlibatan pelanggan. Chatbot dan asisten virtual memberikan dukungan 24/7, mengatasi pertanyaan dan masalah pelanggan dengan cepat.
Mesin personalisasi AI menganalisis data pelanggan untuk memberikan rekomendasi produk yang disesuaikan, meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Sentuhan personal ini adalah perubahan dalam era di mana pengalaman pelanggan dapat membangun atau menghancurkan citra merek.
Meskipun AI menawarkan potensi besar, ia juga membawa tantangan. Keberlanjutan data dan etika menjadi sorotan dalam diskusi AI. Tentu saja kita tidak boleh mengabaikan kenyataan bahwa AI juga menghadirkan ancaman yang perlu diatasi dengan bijak dan berhati-hati.
ADVERTISEMENT
Berbagai ancaman yang timbul disebabkan oleh penggunaan AI dalam bisnis di antaranya sebagai berikut.

Keamanan Data dan Privasi

Penggunaan AI melibatkan pemrosesan besar-besaran data pelanggan dan bisnis. Ancaman pertama yang perlu diatasi adalah masalah keamanan data.
Terdapat risiko peretasan data atau pelanggaran privasi jika tidak ada langkah-langkah keamanan yang memadai. Karena AI mengandalkan data pelanggan yang sensitif, penting untuk memastikan kepatuhan dengan regulasi privasi yang berlaku dan mengimplementasikan sistem keamanan yang kuat.

Ketergantungan pada Teknologi

Meskipun AI dapat meningkatkan efisiensi dan inovasi, terlalu bergantung pada teknologi ini dapat menjadi ancaman. Terutama, jika AI mengambil alih terlalu banyak tugas manusia, perusahaan mungkin menjadi rentan jika terjadi gangguan sistem atau kegagalan teknologi. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki rencana darurat dan strategi cadangan untuk menjaga kontinuitas operasional.
ADVERTISEMENT

Penggantian Pekerjaan

Ilustrasi. Foto: Shutterstock.com/Stokkete
Ketakutan tentang penggantian pekerjaan oleh AI adalah masalah penting. Meskipun AI dapat mengotomatisasi pekerjaan rutin, ini dapat memengaruhi pekerjaan manusia yang melibatkan pekerjaan berulang.
Perusahaan harus mempertimbangkan bagaimana cara untuk mengintegrasikan AI dengan tenaga kerja manusia, memastikan bahwa AI mendukung pekerja manusia dan bukan menggantikannya.

Bias dalam Algoritma

Algoritma AI mungkin cenderung menciptakan bias jika data yang digunakan untuk melatihnya mengandung bias. Hal ini dapat mengarah pada pengambilan keputusan yang tidak adil atau tidak akurat. Bisnis harus secara aktif memantau dan mengoreksi bias dalam algoritma mereka untuk memastikan keadilan dan akurasi.

Kendala Etika

Penggunaan AI juga menghadirkan tantangan etika. Contoh termasuk penggunaan AI dalam pengawasan massal atau dalam pengambilan keputusan kritis seperti di sektor perawatan kesehatan atau hukum. Bisnis perlu mempertimbangkan dampak etis dari penggunaan AI dan mematuhi pedoman etika yang ketat.
ADVERTISEMENT

Kebergantungan Pihak Ketiga

Ilustrasi. Foto: Shutterstock.com/Willyam Bradberry
Banyak perusahaan mengandalkan solusi AI yang disediakan oleh pihak ketiga. Ini dapat menghadirkan risiko jika perusahaan pihak ketiga tersebut mengalami gangguan atau bermasalah. Bisnis harus memiliki rencana mitigasi risiko untuk menghadapi situasi semacam ini.
Dengan demikian, penggunaan AI dalam operasi bisnis adalah kekuatan transformatif yang meningkatkan efisiensi dan mendorong inovasi. Perusahaan yang merangkul AI dapat mengoptimalkan operasi, mengambil keputusan berdasarkan data, menciptakan produk dan layanan inovatif, serta memberikan pengalaman pelanggan yang personal.
Namun, penting untuk mendekati AI dengan penuh rasa tanggung jawab dan mengatasi tantangan yang terkait untuk membuka potensinya secara penuh dalam meningkatkan efisiensi dan mendorong inovasi dalam dunia bisnis.
Bisnis yang mampu mempergunakan sistem informasi dengan baik dan benar akan mempunyai keunggulan yang signifikan dalam menghadapi berbagai ancaman maupun peluang yang terus berkembang di pasar yang peluangnya semakin kompetitif.
ADVERTISEMENT