Konten dari Pengguna

Bisnis yang semangkin berkembang dalam industri televisi di Indonesia.

winona wardhani

winona wardhani

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari winona wardhani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bisnis yang semangkin berkembang dalam industri televisi di Indonesia.
zoom-in-whitePerbesar

Pada era modern saat ini media televisi sangat berparan penting dalam kehidupan sekarang,

dimana media televisi ini memberikan hiburan-hiburan dan informasi-informasi yang sangat kita

butuhkan. Bahkan Media televisi juga membantu menciptakan berbagai informasi bagi banyak orang dan

mempengaruhi dari seseorang. mereka memberiakan program-program yang sangat menarik sehingga

mendapatkan pehatian dari khalayak sebanyak mungkin sehingga mereka dapat menjual hal ini kepada

pengiklan. Pada nyatanya setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka

melelui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar.

Sedangkan pengertian media televisi adalah program khusus yang banyak dinikmati oleh banyak orang di

seluruh dunia dengan menampilkan program yang sangat menarik hal tersebut juga dikaitkan dengan

Media yang juga dapat diartikan suatu alat untuk menyampaikan informasi komunikasi secara aktif

maupun pasif. Sedangkan Televisi berasal dari dua kata yaitu ( tele ) yang artinya jauh dan (visi) artinya

pandangan, yang bermakna pandangan jarak jauh, Namun arti secara global adalah sebuah alat media

informasi audio visual satu arah. Media yang paling popular dan tersebar di Amerika dan mungkin juga di

Indonesia masyarakat yang tidak menikmati televisi telah semakin berkurang.namun dalam

perkembangan zaman yang semangkin meningkat dan tak terkendali televisi dan media malah dijadikan

sebgai media bisnis yang didalamnya mencakup tiga macam kategori yaitu bisnis media above the line

yang mencqkup televisi, radio, majalah, billboard, Koran, yang kedua bisnis media below the line poster,

event, brosur, merchandise, media alternative , dan yang ketiga bisnis media on line jejaring social

seperti facebook, twitter, forum online, media informasi online, Dari tiga macam tersebut mempunyai

karakteristik yang berbeda yang mempunyai komunitas yan berbeda pula dalam pengaruh kehidupan

sehari-hari di masyarakat luas.

Bisnis media merupakan aktifitas komersial yang dilakukan dengan menggunakan media massa,

sehingga sangat menarik untuk dikaji karena memadukan tiga unsure, yaitu strategi, pemasaran, dan

komunikasi. Bisnis media erat kaitannya dengan kegiatan advertising, di mana perkembangan dalam

media massa sangat mempengaruhi bisnis media sejalan dengan perkembangan bisnis iklan. Media tidak

akan berjalan tanpa ada iklan. Menurut para pengamat pun pada pemerintahan Orde Baru, bisnis media

sangat berkembang pesat dengan diperbolehkannya iklan di TVRI yang merupakan satu-satunya media

audio visual yang pertama di Indonesia, akan tetapi pada tahun 1980-an pemerintah melarangnya dengan

alasan untuk menghindari perilaku konsumerisme di masyarakat. Maka dari itu muncullah media radio

dan media print. Dan pada tahun 1990-an berdirilah stasiun TV kabel seperti RCTI, SCTV, dan lain

sebagainya menbuat harapan baru dalam dunia advertising dan lain sebagainya. Oleh karena itu

Perkembangan teknologi telah memunculkan era kapitalisme di kepemilikan perusahaan media. banyak

sekarang ini media yang diduduki atau dikuasai oleh berbagai kepentingan, mulai dari kepentingan

mencari keuntungan, politik dan budaya. Salah satu media yang banyak diincarkan para kaum kapitalis

adalah media televisi. kemampuan menyediakan visual dan audio dalam satu perangkat menjadikan

media televisi memiliki daya tarik sendiri. Konsumen tertarik dengan sajikan yang hampir menyerupai

tatap muka secara langsung, padahal yang terjadi adalah tatap muka secara tidak langsung. Semakin

banyaknya kepemilikan televisi di Indonesia menyebabkan bidang media mendapat perhatian bagi para

pengusaha untuk menginvestasikan modalnya untuk menguasai bidang tersebut. tujuan mulia dari sebuah

televisi untuk memberikan tayangan yang mendidik dan berguna untuk audiens lama kelamaan menjadi

luntur karena efek kapitalisme yang menghinggapi perusahaan-perusahaan media sekarang ini.

Televisi menjadinya siarannya sebagai bisnis yang dijakdikan penghasil uang dalam kehiduapn

sekarang . Pemirsaatau masyarakat mau tidak mau dipaksa untuk memperbanyak rating suatu program tv

agar ketertarikan pengiklan tinggi dan harga jual spot menjadi mahal. Tayangan didominasi oleh

program-program humor yang berbau kekerasan, gossip dan hal-hal yang menyenangkan tetapi tidak

mendidik pemirsanya bahkan menyediakan layanan tontonan tidak baik bagi anak-anak . Televisi

sekarang ini menyediakan tayangan yang disukai atau diminati oleh pemirsanya, bukan tayangan yang

diperlukan oleh pemirsa seperti tayangan pendidikan. Iklan yang ditayangkan juga membuat pemirsa

memiliki prilaku komsumtif melalui tampilan yang meningkatkan keinginan pemirsa untuk membeli

barang. Tidak hanya dengan menjual program acara dan iklan, para pemilik media atau pengusaha

mencoba untuk menguasai pasar media dan mengendalikan arus informasi yang sampai pada audiens