Dari Gili Lombok ke Taman Nasional Baluran: Pariwisata Terancam Overturism

Mahasiswa Universitas Bosowa Jurusan Hubungan Internasional
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Wisna Kiki Tonapa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pariwisata Indonesia sedang hadapi ujian besar. Gili Trawangan Lombok dan Taman Nasional Baluran Jawa Timur jadi dua contoh nyata destinasi prioritas nasional yang cantik tapi terancam overtourism. Gili masuk kalender festival NTB 2025 dengan tiga pulau kecil total luas 6 km seperti salu kecamatan, sementara Baluran kawasan konservasi luas 45.000 hektar atau lima kali Jakarta Selatan dengan savana Bekol 300 Ha (KLHK Profile Taman Nasional Baluran 2025). Keduanya tarik ribuan wisatawan tapi mulai kewalahan menampung.

Tapi masalah serius muncul yaitu sampah plastik naik 25% dari Mandalika (Dinas Lingkungan Hidup NTB 2025), 80 resort buluh air tawar 500.000 liter hari (PDAM Lombok Timur Laporan 2025), harga tanah melonjak 300% sehingga warga migrasi (Bappeda Lombok Utara 2024).
Bayangkan saja Anda lagi liburan ke Gili Trawangan Lombok, naik cidomo kereta kuda karena no motor policy sejak 2008 yang bikin udara segar sekali. Laut biru jernih berkat biorock yang pulihkan terumbu karang 70 persen dalam dua tahun. Tapi dibalik keindahan itu, sampah plastik menumpuk naik 25 persen dari Mandalika (Dinas Lingkungan Hidup NTB 2025), 80 resort haus air tawar 500 ribu. liter sehari sampai PDAM kewalahan (PDAM Lombok Timur Laporan 2025) dan harga tanah melonjak. 300 persen sehingga nelayan lokal seperti Pak Hasan terpaksa jadi porter resort karena lautnya penuh sampah (Bappeda Lombok Utara 2024). Pulau kecil 6 kin ini overload 3 hingga 4 nou turis harian, festival tambah 50 ribu orang seminggu (BPS NTB Statistik Pariwisata 2025) Carrying capacity resmi 4 ribu per han dilanggar jadi 7 ribu saat event. Ini klasik Bütler Tourism Area Life Cycle Gili sudah tahap stagnation, kalau tak diubah bakal menurun drastis seperti Phuket Thailand yang-turisiya anjlok-35% gara-gara overlourism (WTEG Asia Pacific Report 2024). Sekarang pindah ke Taman Nasional Balüran Jawa Tichur, luas 45 ribu hektar seperti Tima kali Jakarta Selatan dengan savana Beköl 300 hektar map Afrika. Anda Snorkeling di Pantai Bama, camping malam hari, lihat banterng terbesar Jawa dan 444 jenis burung. Konflik sanger-warga 20 ikasus setahun soal lahan dan sampah Baluran profitas superhub Jatim taci tanpa intervensi Limits of Acceptable Change zona sensitifnya bakal hancur seperti banyak lama nasional lain.
Jadi Gili Trawangan Lombok dan Taman Nasional Baluran Jawa Timur ceritakan kisah sama dengan destinasi cantik kewalahan wisatawan. Gili dengan no motor dan biorock karang 70 persen sukses, tapi festival overload 7 ribu orang melebihi kapasitas 4 ribu, sampah plastik naik 25 persen, air habis 500 ribu liter harian. Baluran savana Africa van Java rusak 15 hektar setahun, sampah camping 500 kilogram per bulan, banteng migrasi gara-gara jeep safari. Gabungan hasilkan Rp40 miliar per bulan tapi rugi alam Rp50 miliar setahun. Strategi UNWTO GSTC skor 2.9 dari 5 ekonomi kuat 3.5 tapi alam lemah 24. Kebijakan carrying capacity dan CHSE bagus di kertas, tapi festival dilanggar, sertifikasi kemahalan Rp15 juta. Inti masalah overtourism hancurkan alam pelan-pelan kalau tak segera diatasi.
