Kapolres: Senggolan Mobil yang Buat Hermansyah Emosi Mengejar Pelaku

kumparanNEWSverified-green

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Hermansyah. (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Hermansyah. (Foto: Muhammad Faisal Nu'man/kumparan)

Polisi masih mengusut dan merunutkan kronologi pengeroyokan yang menyasar alumni ITB Hermansyah di Tol Jagorawi, Minggu (10/7) pagi. Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo mengatakan, hipotesa sejauh ini, peristiwa tersebut terjadi murni karena senggol-senggolan yang berujung emosi.

Andry menjelaskan, apa yang menyebabkan senggol-senggolan ini yang masih ditelusuri oleh pihak kepolisian. Banyak kemungkinan yang bisa terjadi.

"Kalau kita lihat kronologisnya, kan kalau di kala padat orang tidak sabar, macet, senggolan, emosi. Tapi, di kala malam, ini kan kejadiannya jam 2 jam 3, orang pulang misalnya dari bar, pengemudi lain mungkin terpengaruh alkohol, bisa saja dia mengemudi kendaraan tidak dalam keadaan normal, stabil, kemudian menyenggol kendaraan korban. Kemudian korban emosi mengejar," kata Andry di Mapolres Jakarta Timur, Senin (10/7).

"Ini sementara waktu informasi yang didapat seperti itu, meskipun nanti perkembangan-perkembangan informasi lain bisa saja terjadi," imbuh dia.

Andry menambahkan, meski tak menutup adanya kemungkinan motif lain, namun senggol-senggolan menjadi hipotesa prioritas.

"Maka saya bilang hipotesa yang menjadi top prioriti pertama adalah ini persoalan insiden yang umum terjadi, artinya karena memang perilaku di jalanan gitu. Adapun yang lain-lain juga tidak kita kesampingkan selama nanti didukung oleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," ungkap dia.

Istri Hermansyah, lanjut Andry, juga bercerita dirinya dan suami tak ada firasat diikuti seorang.

"Dia bilangsih tidak ada," tutupnya.

Reporter: Jihad Akbar