Ketua Tamasya Al-Maidah: Tak Ada Pelanggaran Pilkada, Ini Wisata

Ketua Pelaksana Aksi Bela Islam bertajuk Tamasya Al-Maidah, Ansufri Idrus Sambo, menampik jika kegiatan Tamasya Al-Maidah disebut melanggar aturan pilkada. Ia mengatakan aksi yang bertujuan mengawal Pilgub DKI pada 19 April tidak ada unsur kecurangan apa pun.
"Kalau ini disebut berindikasi kecurangan, buktinya seperti apa? Faktanya apa? Bagaimana mungkin ada kecurangan, toh ini belum dilaksanakan kok," katanya saat jumpa pers di Masjid Al-Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (16/3).
Sambo menilai ketakutan Bawaslu maupun masyarakat terkait kegiatan tersebut hanyalah reaksi berlebihan. "Enggak usah terlalu khawatirlah, kami memastikan acara ini adalah acara damai dan sifatnya mengawal kemenangan umat. Tidak mungkin Jakarta ini, porosnya umat Islam di Indonesia, dipimpin orang tidak beriman," ujarnya.
Ia menilai tak sepantasnya Bawaslu atau kepolisian melarang masyakarat yang ingin datang dan menyaksikan pesta demokrasi DKI Jakarta itu.
"Ini adalah wisata. Tidak ada hukum yang dilanggar. Semua orang di Indonesia bebas datang. Orang-orang yang datang ini datang dengan damai. Nanti ashar akan berkumpul bersama, lalu maghrib kita takbiran bersama," ungkapnya kepada kumparan (Kumparan.com).
Jika ada nantinya tindakan yang mengintimidasi atau menimbulkan kericuhan, Sambo mengatakan petugas berhak menindak. "Kalau nanti emang ada seperti itu, kita serahkan ke petugas. Silakan petugas menindak," tambahnya.
Ia mengatakan seharusnya petugas lebih konsen menindak pelanggaran-pelanggaran yang jelas sudah terjadi. "Harusnya yang di-follow up itu kecurangan yang sudah terjadi dong, seperti yang di Kepulauan Seribu, atau Iwan Bopeng. Itu harusnya yang di-follow up. Kita tidak ada intimidasi, kalau ada ya silakan ditangkap saja," jelas Sambo.
Sambo menyayangkan petugas yang menurutnya tidak fokus pada kecurangan yang sudah ada. "Kita sudah lihat faktanya, Iwan Bopeng sampai sekarang enggak diapa-apakan. Beberapa indikator kecurangan tidak ditindak aparat," ujarnya.
Ia berdalih, justru Tamasya Al-Maidah ini nantinya membantu aparat. "Kita datang memastikan dan mengawasi pilkada terjadi dengan baik, tanpa kecurangan. Ini membantu aparat loh kita," aku Sambo.
Tamasya Al-Maidah ini nantinya akan mengerahkan 1,3 juta orang yang disebar di seluruh TPS di Jakarta. Bertindak sebagai koordinator acara, menurut Sambo, yaitu seluruh alumni aksi 212. "Cakupannya kita perluas, jadi panitia Tamasya Al-Maidah ini adalah seluruh alumni aksi 212. Mereka ini koordinator nantinya," terangnya.
Massa peserta Tamasya Al-Maidah dari pelbagai daerah di luar Jakarta akan mulai berdatangan esok hingga hari pencoblosan, Rabu (19/4) sore.
