OTT KPK dan Pakta Integritas Gubernur Bengkulu

20 Juni 2017 14:10 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:16 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ridwan Mukti dan istrinya (Foto: Youtube Ade Gingsul)
zoom-in-whitePerbesar
Ridwan Mukti dan istrinya (Foto: Youtube Ade Gingsul)
ADVERTISEMENT
Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti yang ditangkap KPK bersama istrinya Lily Martiani Maddari hari ini, Selasa (20/6) ternyata dulu pernah menggagas adanya pakta integritas antikorupsi dan antinarkoba untuk para pegawai Pemprov.
ADVERTISEMENT
Saat itu, Selasa, 1 Maret 2016, Ridwan Mukti berbicara lantang antikorupsi dan antinarkoba di depan 1.108 pegawai Pemprov Bengkulu dari eselon 2 hingga eselon 4 di lapangan Sport Center Bengkulu. Ia berujar, bagi siapa saja pejabat yang terlibat dua hal hina tersebut harus segera mengundurkan diri.
Penandatanganan pakta integritas tersebut bahkan disaksikan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo. Selain Agus, turut hadir beberapa pejabat lainnya yakni Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso, hingga Eks Ketua MK Mahfud MD.
Dikutip dari laman resmi Pemprov Bengkulu, bengkuluprov.go.id, berikut pakta integitas yang ditandatangani di atas materai tersebut.
Pakta Integritas:
ADVERTISEMENT
1. Tidak akan korupsi baik langsung maupun tidak langsung dalam bentuk apapun dan berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasannya.
2. Tidak akan melakukan kegiatan bisnis ke dalam atau penyebab konflik kepentingan terhadap kewenangan yang saya miliki.
3. Tidak akan melibatkan diri dalam kegiatan yang berhubungan dengan penyalahgunan narkotika dan obat terlarang.
4. Tidak melakukan kegiatan yang bertentangan dengan ketentuan aparatur sipil negara.
Apabila saya saya melanggar hal-hal tersebut di atas saya siap mengundurkan diri atau diberhentikan dari jabatan.
Bengkulu 1 Maret 2016
Ridwan Mukti dan istrinya, Lily Martiani Maddari, ditangkap di tempat yang berbeda. Lily ditangkap bersama seorang pengusaha bernama RDS di kediamannya di Jalan Sidomulyo, Kota Bengkulu. Sementara Ridwan ditangkap KPK di kantor Pemda Bengkulu.
ADVERTISEMENT
Hingga kini KPK belum memberikan keterangan rinci terkait operasi tangkap tangan tersebut.
"Memang ada kegiatan beberapa tim di lapangan. Namun rincinya saya koordinasikan dan cek terlebih dahulu," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi kumparan (kumparan.com).