Konten dari Pengguna

Perilaku Organisasi di Perusahaan Perkebunan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Parikesit Wisnubroto tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perkebunan kentang. Foto: Foto-up/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perkebunan kentang. Foto: Foto-up/Shutterstock

Organisasi dalam suatu perusahaan merupakan suatu kesatuan atau kumpulan orang yang saling bekerja sama dalam melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan yang sama. Kejayaan ataupun kemunduran suatu perusahaan sangat tergantung dari perilaku organisasi dalam perusahaan yang dimaksud.

Perusahaan yang mampu bertahan, tumbuh, dan berkesinambungan selalu mempunyai organisasi yang mampu bergerak dinamis dan merespons perubahan. Industri atau perusahaan perkebunan mempunyai organisasi yang cukup kompleks dan perusahaan perkebunan yang maju, tumbuh, dan berkembang selalu ditopang oleh organisasi yang baik.

Di Indonesia, industri perkebunan mempunyai sejarah yang panjang dan sudah berjalan sejak zaman penjajahan atau sebelum merdeka sampai dengan sekarang. Adapun dalam perjalanannya tidak semua industri perkebunan di Indonesia dapat bertahan dan bertumbuh.

Dalam organisasi, ada beberapa unsur yang saling berhubungan dan terkait satu sama lain yaitu struktur, proses, dan perilaku. Struktur organisasi adalah susunan serta hubungan antar tiap bagian dalam organisasi, baik secara posisi maupun tugas demi mencapai tujuan bersama.

Ciri-ciri struktur organisasi antara lain yaitu mempunyai tujuan dan sasaran, mempunyai keterikatan formal, dan tata tertib yang harus ditaati, adanya kerjasama dari sekelompok orang, dan mempunyai koordinasi tugas dalam wewenang.

Ilustrasi karyawan. Foto: Shutterstock

Adapun bentuk organisasi antara lain bentuk lini atau garis yang memiliki garis kewenangan atau kekuasaan secara vertikal dari atasan ke bawahan yang biasanya kecil dengan jumlah pegawai sedikit.

Selain itu terdapat bentuk lini dan staf, yaitu suatu bentuk organisasi yang masih mempertahankan garis komando dan ada pelimpahan wewenang dari pucuk pimpinan ke bawahnya, jumlah karyawan banyak, organisasi fungsional tidak menekankan hubungan hierarki, tapi berfokus pada sifat, jenis, dan fungsi yang dijalankan para anggotanya, sehingga terlihat adanya pembagian tugas yang jelas.

Dimensi dalam struktur antara lain meliputi pembagian kerja, pendelegasian wewenang, departemenisasi, dan rentang kendali. Merespons perubahan lingkungan dan persaingan usaha, industri perkebunan harus menyesuaikan strukturnya dan selalu dinamis untuk berubah sesuai dengan kebutuhan pasar dan lingkungan.

Proses organisasi, menurut Gibson et al. (1994) mencakup proses komunikasi, pengambilan keputusan, penilaian prestasi, serta sosialisasi dan karier. Adapun dalam komunikasi, seringkali lebih banyak terjadi dari atas ke bawah sehingga secara tidak sadar tujuan komunikasi menjadi tidak efektif.

Komunikasi yang efektif adalah dua arah sehingga masing-masing pihak paham apa yang akan dikerjakan. Desain organisasi memungkinkan terjadinya komunikasi empat arah, yaitu ke bawah, ke atas, horizontal, dan diagonal. Keputusan merupakan sarana untuk mencapai hasil atau dari sebuah proses yang dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Adapun tipe keputusan ada dua yaitu diprogram dan tidak diprogram. Keputusan yang diprogram dilakukan melalui peraturan, prosedur, dan masalah rutin yang berulang, sedangkan keputusan yang tidak diprogram dilakukan untuk memastikan masalah yang unik dan kompleks. Hal ini dilakukan melalui proses pemecahan masalah secara umum, penilaian, intuisi, dan kreativitas.

Penilaian dan evaluasi prestasi bertujuan untuk motivasi, promosi, kenaikan gaji, kenaikan upah, pemutusan hubungan kerja, meningkatkan kesadaran pimpinan tentang tugas pekerjaan dan masalah bawaan, serta meningkatkan pengertian bawahan terhadap pandangan pimpinan mengenai prestasinya. Penilaian prestasi harus memenuhi kriteria tertentu dan dilaksanakan secara objektif terutama yang berhubungan dengan pekerjaan.

Ilustrasi lingkungan kerja. Foto: Shutter.B/Shutterstock

Bentuk sosialisasi yang efektif antara lain:

1. Organisasi mendorong karyawan untuk setia dengan memberikan imbalan

2. Mempengaruhi karyawan agar tetap setia dan bukan melalui paksaan

3. Mengalihkan karyawan dari nilai dan tujuan individu menjadi nilai dan tujuan organisasi.

Sosialisasi organisasi adalah proses pencapaian individu menghargai nilai-nilai, kemampuan dan perilaku yang diharapkan. Proses sosialisasi berkaitan erat dengan pengembangan karier, individu mengharapkan adanya kesempatan dalam organisasi untuk memperoleh pengalaman kerja yang berharga dan berkarier yang memuaskan. Keefektifan karier memiliki beberapa kriteria antara lain prestasi karier, sikap karier, adaptasi karier, dan identitas karier.

Perilaku organisasi merupakan perilaku tiap individu dan kelompok yang berpengaruh terhadap organisasi. Interaksi tersebut meliputi;

  • Individu dengan individu

  • Individu dengan kelompok

  • Kelompok dengan kelompok demi manfaat dalam organisasi.

Model dalam perilaku organisasi yang mempengaruhi operasional perusahaan antara lain:

  • Orientasi pada manajerial, yaitu karyawan sangat tergantung dari pimpinan yang membuat kinerja karyawan rendah

  • Orientasi pada ekonomi atau uang, karyawan nyaman apabila mendapatkan keuntungan

  • Orientasi pada kinerja dan partisipasi karyawan mengajar status dan pencapaian kinerja

  • Orientasi pada kerja sama, karyawan merasa bertanggung jawab dan memiliki kesadaran dalam berdisiplin serta dalam pencapaiannya memiliki antusiasme dalam bekerja.

Organisasi dalam industri perkebunan mengalami perubahan terus-menerus seiring dengan perubahan-perubahan internal dan eksternal perusahaan.

Untuk tetap eksis dan berkesinambungan, organisasi dalam industri perkebunan antara lain:

  • Harus mempunyai struktur yang dinamis serta selalu berubah sesuai dengan kebutuhan pasar

  • Melaksanakan komunikasi empat arah pengambilan keputusan, baik yang diprogram dan tidak diprogram serta didasarkan pada fakta dan data. Penilaian dan evaluasi prestasi dilaksanakan dengan objektif berbasis kinerja dan penilaian prestasi sehingga menjadi motivasi bagi karyawan untuk mempunyai rasa memiliki organisasi

  • Perilaku organisasi berorientasi pada teamwork yang bertanggung jawab, memiliki kesadaran berdisiplin, serta antusias dalam bekerja.