Hangatnya Bumi Kandung Tak Mengalahkan Hangatnya Pelukan Ibu Kandung.

Tulisan dari Wiwied Jolor tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak begitu saya perdulikan mimpi apa yang hadir di waktu istirahat yang singkat ini. Setelah menempuh perjalanan berkilo-kilo meter, melewati arus sungai yang deras, tak lupa pula ransel berat yang harus dipikul dipudak, belum lagi senjata Us Carabine atau yang dijuluki "suami pertama" yang harus selalu ada dalam genggaman kami. Sepatu lars yang selalu berdetap mengiringi langkah pejuang muda ini dalam menggapai cita-citanya.
Kami hanyalah wanita remaja yang sedang menyongsong masa depan, tanpa ragu, tanpa takut kami terus melangkah, belajar, berlatih dan mencoba hal yang sebelumnya tak pernah kami coba diluar sana.
Tidak masalah jika masa muda harus dilalui disini, karena setiap langkah disini adalah kebanggan tersendiri bagi kami. Semangat u tuk menjadi Abdi Negara itu selalu mengalir seiring darah dalam tubuh ini. Tidak semua remaja bisa mengukir cerita masa mudanya dilapangan ini, bisa merasakan hangatnya bumi kandung tercinta ini, Widya Warapsari.
