Kualitas Pendidikan Anak di Pedalaman Flores NTT Selama Masa Pandemi

Mahasiswa unpam
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Wiwin Paulina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudah bukan rahasia lagi jika para anak yang tinggal di daerah pedalaman begitu sulit mendapatkan fasilitas yang memadai. Begitu banyak anak-anak menempuh pendidikan yang tidak sesuai dengan batas kelayakan pendidikan indonesia dan sulit untuk mengikuti perkembangan zaman yang sedang terjadi seperti sekarang ini.
Tidak hanya itu saja, bahkan mereka tidak tahu cara mengoperasikan alat komunikasi seperti telepon genggam dan laptop. Hal yang harus menjadi sorotan utama adalah betapa sulitnya mereka mendapat pendidikan yang bisa dibilang layak dengan menempuh pendidikan selama dua belas tahun. Apa lagi pada masa pandemi sekarang ini, yang menjadi tuntutan utama adalah harus menggunakan telepon genggam, karena dengan adanya peraturan pemerintah di masa pandemi bahwa setiap anak didik maupun guru akan melakukan proses belajar mengajar secara daring. Akan tetapi di pedalaman belum adanya akses jaringan internet.
Pada kenyataannya tidak semua yang terjadi ini salah mereka, kesulitan mereka menjangkau lokasi sekolah menjadi masalah dikarenakan mereka harus melewati sungai, dan pegunungan terlebih dahulu. Tak hanya itu tapi mereka juga harus berjalan kaki terlebih dahulu yang jaraknya berpuluh puluh kilo meter.
Oleh karena itu perlu di perhatikan dari lembaga pendidikan maupun pemerintah daerah untuk memberikan fasilitas yang dapat membantu mereka dalam proses belajar mengajar selama masa pandemi karena dengan adanya fasilitas yang ada akan memudahkan mereka dalam proses belajar mengajar.
