Vaksin COVID-19 Sudah Ditemukan, Mengapa Pandemi Belum Berakhir?

Mahasiswa Hukum UPN Veteran Jakarta
Tulisan dari Wulan Apriliyatiningsih tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keberadaan vaksin Covid-19 adalah hal yang sangat dinantikan, karena anggapan bahwa inilah cara paling efektif untuk menghentikan pandemi Covid-19. Indonesia saat ini berusaha memenuhi kebutuhan stok vaksin corona untuk seluruh penduduknya melalui berbagai kerjasama dengan perusahaan pengembang vaksin, salah satunya yaitu vaksin dari Sinovac. Indonesia sudah mengamankan vaksin Sinovac dari China, vaksin ini tiba di Indonesia pada 6 Desember 2020 lalu. Vaksin Covid-19 akan siap untuk didistribusikan setelah mendapat persetujuan dari Badan POM, berdasarkan hasil uji klinik di luar negeri atau Indonesia. Sedangkan, Pemerintah memprediksi vaksi corona akan mulai diedarkan di Indonesia pada Februari 2021 mendatang.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan kriteria penerima vaksin Covid-19 nanti jika sudah diedarkan, yaitu di tahapan awal yang akan menerima vaksinasi Covid-19 adalah mereka yang berada di garis terdepan dengan risiko tinggi dalam menangani virus ini, seperti para petugas medis, lalu orang-orang yang bekerja di bidang pelayanan publik, serta mereka yang memiliki atau pernah kontak erat maupun fisik dengan pasien yang terinfeksi virus corona. Untuk masyarakat umum, secara bertahap akan diperluas seiring dengan ketersediaan vaksin dan iziinnya. Perencanaan vaksinasi bertahap belum detail, saat ini pemerintah sedang menyusun rencana yang akan menjelaskan mekanisme pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara umum atau menyeluruh.
Seberapa ampuh vaksin COVID-19 melindungi kita dari penularan?
Vaksin bukanlah obat. Vaksin mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19. Sehingga apabila terpapar virus, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tersebut.
Dampak vaksin Covid-19 terhadap pandemi akan bergantung pada beberapa faktor. Ini termasuk faktor-faktor seperti efektivitas vaksin, seberapa cepat mereka disetujui, diproduksi, dan dikirim, dan berapa banyak target jumlah orang yang akan divaksinasi. Pemerintah menargetkan setidaknya 60% penduduk Indonesia secara bertahap akan mendapatkan vaksin Covid-19.
Vaksin yang tersedia memang terbukti aman dan dapat mencegah, melindungi diri, serta meningkatkan kekebalan terhadap Covid-19. Namun, tidak seperti obat mujarab yang total menghilangkan virus tersebut. Orang yang divaksinasi belum tentu kebal terhadap infeksi, tetapi mereka lebih cenderung mengalami gejala ringan dan tidak sakit seperti mereka yang tidak divaksinasi.
Bagaimana Cara Menghentikan Pandemi?
Disebutkan bahwa vaksin tidak serta merta melindungi dari infeksi, maka tindakan pencegahan perlu tetap diikuti dengan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan 3M, seperti memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun. Sebenarnya, penyebab kasus positif Covid-19 terus bertambah banyak dikarenakan oleh masyarakat Indonesia yang belum benar-benar menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat, sehingga kurang efektif atau maksimal dalam mencegah penyebarannya virus ini.
Program vaksinasi yang akan dijalankan nanti diharapkan dapat dilakukan dengan efektif sebagai upaya untuk menekan kasus Covid-19 sekaligus mengakhiri pandemi ini. Bagaimanapun efektif atau tidaknya vaksin untuk menekan penularan kasus Covid-19 di Indonesia tergantung bagaimana cara masyarakat menanggapi masalah pandemi ini, diharapkan masyarakat membantu mematuhi protokol kesehatan dengan benar agar menekan penyebaran dan menyudahi adanya pandemi Covid-19.
Rencana pemerintah untuk program vaksinasi memerlukan persiapan matang, sehingga kita harus bersabar menunggu kapan beredarnya vaksin Covid-19 ini, memang benar keberadaan vaksin sangat penting dalam mengendalikan pandemi. Tetapi, perlu disadari vaksin tidak seketika menghilangkan pandemi, dengan proses distribusi yang cukup panjang ditambah dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat banyak yaitu kurang lebih 260 juta jiwa, sembari menunggu vaksin dan bahkan sampai nanti vaksinnya ada, kita harus terus menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah dalam mencegah terus bertambahnya kasus Covid-19 ini.
Daftar Pustaka
World Health Organization. “WHO Coronavirus Disease (Covid-19) Dashboard”. Covid19.who.int. https://covid19.who.int/table/. Diakses pada 5 Desember 2020.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19. “Badan POM Pastikan Keamanan dan Efektivitas Vaksin”. Covid.go.id. https://covid19.go.id/p/berita/badan-pom-pastikan-keamanan-dan-efektivitas-vaksin. Diakses pada 17 Desember 2020.
Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Covid.go.id. https://covid19.go.id/tanya-jawab.
Muhammad Fida UI Haq. “Mengendalikan Pandemi dengan Vaksin”. iNews.id. https://www.inews.id/news/nasional/mengendalikan-pandemi-dengan-vaksin. Diakses pada 5 Desember 2020.
Roy Franedya, CNBC Indonesia. “Vaksin Corona Ditemukan, WHO: Tak Berarti Nol Covid-19. CNBN Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/tech/20201205060422-37-207005/vaksin-corona-ditemukan-who-tak-berarti-nol-covid-19. Diakses pada 5 Desember 2020
Iswara N Raditya. “Apakah Vaksinasi Bisa Akhiri Pandemi COVID-19 di Indonesia?”. Tirto.id. https://tirto.id/apakah-vaksinasi-bisa-akhiri-pandemi-covid-19-di-indonesia-f8ev. Diakses pada 23 Desember 2020.
