Menumbuhkan Kesadaran Pajak: Cerita Pengabdian Kami di SMKN 1 Tangerang Selatan

Mahasiswi D4 Akuntansi Perpajakan Universitas Pamulang
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Wulan Kurnia Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pajak memiliki peran penting dalam pembangunan negara. Namun, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pajak masih perlu ditingkatkan, terutama di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Pamulang pada 30 November 2023, kami berupaya memperkenalkan konsep dan peran pajak kepada siswa-siswi SMKN 1 Tangerang Selatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Perpajakan Universitas Pamulang (Unpam). Dengan mengusung tema “Pengaruh Pajak terhadap Kesejahteraan Lingkungan dan Masyarakat,” kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi juga kontribusi nyata bagi kesejahteraan bersama.
Belajar Pajak dari Kehidupan Sehari-hari
Peserta kegiatan adalah siswa kelas X jurusan Akuntansi. Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, kami menemukan hal menarik: sebagian besar siswa sudah mengenal istilah pajak, terutama Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Mereka tidak mengenal pajak dari buku teks, melainkan dari pengalaman konsumsi sehari-hari misalnya saat berbelanja atau menggunakan layanan modern yang dikenai pajak.
Temuan sederhana ini membuka mata kami bahwa kesadaran pajak bisa tumbuh secara alami dari aktivitas ekonomi yang mereka jalani. Konsumsi ternyata bukan sekadar kegiatan ekonomi, tetapi juga jendela awal bagi anak muda untuk memahami kontribusi mereka terhadap negara.
Namun, pemahaman ini juga menimbulkan refleksi lebih dalam. Jika pajak sudah mereka kenal melalui konsumsi, apakah manfaatnya seperti pembangunan infrastruktur sudah benar-benar mereka rasakan secara merata? Pertanyaan itu menjadi bahan renungan bagi kami sebagai calon profesional di bidang perpajakan: sejauh mana sistem pajak mampu menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pajak, Tempat Tinggal, dan Pola Ekonomi
Kami juga menyadari bahwa tempat tinggal turut memengaruhi pola konsumsi dan pemahaman pajak. Daerah yang memiliki banyak pusat ekonomi atau waralaba besar cenderung memberikan paparan lebih besar terhadap praktik perpajakan sehari-hari. Artinya, literasi pajak juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan sosial dan ekonomi di sekitar.
Salah satu rekan kami, Rendra Ardinand Ramadhan, selaku Ketua Pelaksana PKM, menyampaikan pesan yang menurut kami penting untuk diingat:
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa-siswi memahami bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi juga wujud kontribusi nyata untuk kesejahteraan bersama.”
Pesan itu menguatkan keyakinan kami bahwa pajak bukan hanya tentang kewajiban individu, tetapi juga tentang kebersamaan dalam membangun negeri.
Dari Kelas ke Kesadaran
Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa literasi pajak tidak harus diajarkan dengan cara yang rumit. Justru dengan pendekatan yang relevan dengan kehidupan siswa seperti konsumsi, infrastruktur, dan kesejahteraan lingkungan pemahaman mereka tumbuh lebih cepat dan alami.
Kegiatan di SMK Negeri 1 Tangerang Selatan ini bukan hanya memberi manfaat bagi siswa, tetapi juga bagi kami sebagai mahasiswa. Kami belajar langsung bagaimana menyampaikan materi perpajakan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan bermakna. Lebih dari itu, kami menyadari bahwa peran mahasiswa bukan hanya sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai penggerak literasi di tengah masyarakat.
Menatap ke Depan
Edukasi pajak pada pelajar merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya patuh pajak, tetapi juga sadar akan kontribusinya bagi kesejahteraan bersama. Kami percaya, langkah kecil seperti kegiatan PKM ini adalah bagian dari upaya besar membangun masa depan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berkesadaran pajak.
Kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat bagi para siswa, tetapi juga bagi kami sebagai mahasiswa. Kami belajar bagaimana menyampaikan konsep pajak dengan cara yang lebih membumi, relevan, dan mudah dipahami. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah agar generasi muda Indonesia semakin memahami peran pentingnya sebagai wajib pajak di masa depan.
