Kumparan Logo

Cerita Fashion Stylist & Desainer di Balik Gaya No Na untuk Gold Gala 2026

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Girl group asal Indonesia No Na menghadiri Gold Gala 2026 di The Music Center, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Sabtu (9/5/2026). Foto: Araya Doheny/Getty Images/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Girl group asal Indonesia No Na menghadiri Gold Gala 2026 di The Music Center, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Sabtu (9/5/2026). Foto: Araya Doheny/Getty Images/AFP

Bagi fashion stylist, menata gaya untuk selebriti mungkin jadi makanan sehari-hari. Namun, melakukannya dari jarak jauh? Hal tersebut bisa menjadi cerita tersendiri. Inilah yang dialami oleh Allysha Nila, fashion stylist yang didapuk menata tampilan girl group No Na untuk debut Gold Gala pertama mereka.

No Na—grup musik di bawah agensi 88Risings yang beranggotakan Baila, Shaz, Christy, dan Esther—menghadiri acara Gold Gala di The Music Center, Los Angeles, Amerika Serikat, pada Sabtu (9/5) lalu. Empat penyanyi naik daun tersebut tampil memukau dalam busana yang memadukan elemen modern dan wastra: Gaun dan korset berkilauan dikawinkan dengan kain khas Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia.

Outfit No Na sontak disambut dengan antusias oleh para netizen. Tak cuma memuji gaya Baila dkk, warganet juga penasaran dan sibuk mencari tahu jenis dan motif wastra yang dikenakan kuartet tersebut.

Di balik gaya busana memukau selebriti, ada peran desainer, fashion stylist, serta brand fashion yang tak bisa dilupakan. Gaun Baila, Christy, dan Shaz merupakan lansiran desainer lokal Ernesto Abram, perancang mode Indonesia yang terkenal dengan rancangan womenswear bernuansa elegan, glamor, dan penuh kilau. Gaun karya Ernesto itu kemudian dipadupadankan dengan kain dari Anggun Busana, oleh kreativitas dan pemahaman fashion milik Allysha Nila.

embed from external kumparan

Tampilan menawan No Na tersebut sebenarnya menyimpan cerita tersendiri. Lewat wawancara daring bersama kumparanWOMAN beberapa waktu lalu, Allysha bercerita bahwa kala itu, ia tidak memiliki banyak waktu untuk mengumpulkan semua item fashion yang diperlukan untuk look No Na. Namun, ia sudah mengantongi tema dan seragam yang telah ditentukan: Modern Gold dan Black Tie—busana formal dengan sentuhan warna emas dan nuansa modern.

“Jadi, karena saya tidak memiliki banyak waktu untuk mengumpulkan semua itemnya, baiklah, mari kita cari busana bernuansa emas; Mari kita cari desainer bagus dengan pilihan dress warna emas yang sudah bagus, dan juga seseorang yang bisa menyediakan kain,” ucap Allysha.

Hal ini pun diamini oleh Ernesto Abram dalam wawancara berbeda. Pilihan desainer pun jatuh pada Ernesto Abram, yang menurut Allysha ternyata sudah lama ingin bisa memakaikan rancangannya di para member No Na. Ernesto kemudian mengirimkan delapan pieces gaun rancangan terbaiknya. Gaun-gaun yang ia kirimkan berasal dari dua koleksi berbeda yang pernah diperagakan sebelumnya di JF3 Fashion Festival.

(Kiri-Kanan) Baila Fauri, Esther Geraldine, Christy Gardena, dan Shazfa Adesya tiba di Gold House 5th Annual Gold Gala di The Music Center, Los Angeles, California, Sabtu (9/5/2026) . Foto: Presley Ann/Getty Images/AFP

“Dress yang dipakai Christy adalah bagian dari koleksi Ernesto Abram Radical Revolutionary yang diperagakan di JF3 Fashion Festival 2025. Sementara, look Shaz dan Baila adalah dari koleksi Spirit of Revival yang terinspirasi dari masa keemasan Kerajaan Sriwijaya,” jelas Ernesto.

Gaya kontemporer yang disajikan lewat gaun-gaun Ernesto Abram kemudian dikawinkan dengan wastra. Menurut Allysha, pemakaian wastra ini sengaja dilakukan karena ia ingin memperkenalkan keberagaman kain tradisional Indonesia; bahwa wastra bukan cuma kain batik.

“Mengapa pakai kain? Jelas, ini, kan, konteksnya di Amerika Serikat dan (Gold Gala diselenggarakan) untuk menghormati warisan Asia-Pasifik. Tugas aku di sini ingin memperluas perbendaharaan fashion. Masih banyak yang minim pengetahuan terkait wastra, baru di kebaya dan batik saja. Aku mau orang tahu bahwa, hei, ada tenun juga, lho,” paparnya.

Proses Membangun Gaya yang Cukup Menantang

instagram embed

Tantangan dalam menata gaya No Na ini muncul dalam bentuk jarak. Ya, dalam menentukan estetika dari atas sampai bawah, Allysha dan Ernesto berjarak ribuan kilometer dari No Na; mereka di Indonesia, No Na sudah di Amerika Serikat. Gaun yang dikirimkan pun ternyata yang tidak muat di tubuh Esther, sehingga ia tampil cukup berbeda—tetapi tetap menawan.

“Jadi, ‘membangun’ gaya ini terbilang organik. Ini semua soal logistik—apa yang tersedia, apa yang muat, karena aku benar-benar menata gaya No Na dari jarak jauh. Posisinya mereka sudah di Amerika Serikat dan aku dari Jakarta. Jadi, enggak sempat fitting, bajunya aku ukur satu-satu,” ungkap Allysha.

Meski dihadapkan dengan deretan tantangan yang cukup dar-der-dor, tampilan No Na tetap berhasil mencuri perhatian. Menurut Allysha, keempat member pun puas dengan busana yang mereka kenakan di malam tersebut. Nilai plus, No Na—yang ternyata senang bereksperimen dengan penampilan mereka—diberikan kebebasan oleh Allysha untuk memberikan masukan dan menambahkan printilan sesuai selera.

“Mereka sangat menyukai busana mereka. Aku mengirimkan lebih banyak baju, terserah kalian ingin mengenakannya seperti apa. Kalau di sana dingin, aku berikan outerwear dan terserah mau dipakai atau tidak. Aku tidak ingin mendiktekan bagaimana mereka berinteraksi dengan pakaian mereka. Aku pengin mereka memberikan input dan penyesuaian dengan gaya mereka masing-masing” papar stylist yang sudah enam kali bekerja bersama No Na ini.

These girls, mereka punya kepribadian masing-masing, mereka punya karakter yang berbeda, and I love that about them. Jadi, ya, sudah, yang senyamannya kalian, deh. Dan sepertinya mereka juga bertukar aksesori di sana,” imbuhnya.

Gaya Golden No Na di Gold Gala

(Ki-ka) Baila, Esther, Christy, dan Shaz, member grup No Na menghadiri Gold Gala 2026 di The Music Center, Los Angeles, California, Amerika Serikat, Sabtu (9/5/2026). Foto: Amy Sussman / GETTY IMAGES/AFP

Di malam Gold Gala, keempat penyanyi muda ini tampil bersinar dalam balutan busana bernuansa emas. Gaya ‘golden’ mereka ini tidak hanya dilengkapi oleh gaun dan kain, melainkan perhiasan dari Manjusha Nusantara.

Baila Fauri mengenakan dress see-through panjang berbahan tulle lembut yang bertaburkan sequin emas dan perunggu serta kristal berkilauan. Dress transparan oleh Ernesto Abram itu merupakan luaran dari atasan berjenis bustier berstruktur yang dipadukan dengan rok pensil. Untuk sentuhan Nusantara, ia mengenakan Tenun Padang motif Pandai Sikek dan perhiasan choker Mamuli Sumba.

Christy Gardena tampil menawan dalam balutan gaun sequin emas dan perak yang disulam dengan tangan. Semakin mencuri perhatian, Christy memadukannya dengan body armour emas 3D dengan sentuhan selendang batik Sunda motif Lereng Barong. Untuk perhiasan, ia memakai kalung Jambi Ikan.

Shazfa Adesya mengenakan bustier berstruktur dengan rona nude yang berhiaskan renda bunga chantilly. Kemudian, atasan tersebut dipadukan dengan rok pensil berhiaskan detail sequin yang dijahit tangan. Untuk sentuhan Nusantara, ia mengenakan selendang Tapis Lampung dan perhiasan large Bangle Padang.

Esther Geraldine tampil berbeda dengan busana atas bawah wastra. Bustier yang ia kenakan adalah kain Prada Bali berwarna kuning terang dari Anggun Busana, dipadukan dengan kain batik Solo motif Wahyu Temurun. Untuk perhiasan, ia memakai choker Batak.