Kumparan Logo

Dolly Parton Nails, Tren Manikur Viral untuk Hormati Sang Legenda

kumparanWOMANverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dolly Parton. Foto: AFP/ROBYN BECK
zoom-in-whitePerbesar
Dolly Parton. Foto: AFP/ROBYN BECK

Kepergian legenda musik country Dolly Parton pada usia 80 tahun akibat kanker menyisakan duka mendalam bagi dunia. Namun, para penggemar menemukan cara yang unik dan sentimental untuk merayakan warisannya, yaitu melalui tren kuku Dolly Parton nails yang kini tengah viral di media sosial.

Bagi mendiang ikon tersebut, seni menghias kuku atau nail art bukan sekadar penunjang penampilan, melainkan medium ekspresi diri yang sangat personal dan penuh memori.

instagram embed

Sepanjang hidupnya, Dolly dikenal dengan kuku akrilik panjang yang mencolok, yang ternyata juga berfungsi sebagai instrumen musik dadakan dalam proses kreatifnya.

Melalui tren kecantikan terbaru ini, para pencinta kosmetik dan penggemar setianya mengadopsi gaya kuku khas Dolly untuk mengenang sosoknya yang eksentrik, berani, dan selalu tampil apa adanya.

Kuku Akrilik yang Menjelma Menjadi Instrumen Musik

Dolly Parton. Foto: AFP/VALERIE MACON

Hubungan Dolly Parton dengan kuku panjangnya melampaui estetika kecantikan standar. Fakta unik yang melegenda adalah bagaimana kuku-kuku tersebut membantunya menciptakan salah satu lagu hit terbesarnya, 9 to 5, yang ditulis di lokasi syuting film komedi tahun 1980 dengan judul yang sama.

Dalam sebuah wawancara televisi pada tahun 1981 di KCRA 3 Sacramento, Dolly mendemonstrasikan bagaimana ia menggesekkan kuku akriliknya untuk menciptakan ritme musik yang unik. “Hadirin sekalian, Anda sekarang sedang melihat instrumen terbaru di pasar. Saya menjadi terkenal karena kuku-kuku ini,” ujarnya bergurau.

instagram embed

Keunikan ini bukan sekadar gimik panggung. Beberapa tahun kemudian, saat tampil di acara The Tonight Show, Dolly memberi tahu Jimmy Fallon bahwa suara ketukan kukunya terdengar seperti mesin tik, menjadikannya instrumen yang sempurna untuk lagu bertema pekerja kantoran tersebut.

Dolly bahkan merekam ketukan kukunya langsung untuk rekaman asli lagu tersebut, dan secara resmi menuliskan kredit “Nails by Dolly” pada album fisiknya. Dedikasi artistik yang tidak biasa ini membuktikan bahwa elemen kecantikan terkecil pun bisa menjadi karya seni yang luar biasa di tangan yang tepat.

Menghidupkan Kembali Estetika Ekstravaganza sang Diva

embed from external kumparan

Karakteristik kuku Dolly Parton selalu identik dengan ukuran yang panjang, bentuk persegi klasik (square-shaped), warna-warna berani, serta kilauan ekstra. Penata kuku selebriti, Loi Lien, menjelaskan bahwa pilihan gaya kuku Dolly merupakan perpanjangan dari kepribadiannya yang menyenangkan dan penuh kemewahan.

Menurut Lien, Dolly sangat menyukai warna merah cherry, merah muda, dan gaya French tips klasik yang diberi sentuhan glamor modern.

instagram embed

Tidak hanya warna solid, Dolly juga dikenal tidak pernah ragu menggunakan manik-manik rhinestones dan glitter. Untuk meniru gaya legendarisnya hari ini, Lien menyarankan penggunaan kuteks glitter reflektif berwarna merah muda dan merah, atau efek dimensi dari gaya kuku cat-eye merah yang dramatis.

Kombinasi warna merah dan merah muda dinilai sangat merepresentasikan dualitas karakter Dolly: berani, sangat feminin, dan penuh dengan keceriaan yang menular.

Filosofi Gaya yang Lantang dan Setia pada Diri Sendiri

embed from external kumparan

Gaya berpakaian dan kecantikan Dolly Parton yang mencolok sebenarnya memiliki latar belakang cerita yang sangat menyentuh. Kepada media The Guardian, Dolly pernah mengungkapkan bahwa ia meniru gaya estetika glamornya dari seorang perempuan eksentrik yang ia kagumi di kampung halamannya di Tennessee.

Perempuan tersebut kerap memakai lipstik merah menyala dan memiliki kuku merah yang panjang. Meskipun orang-orang di sekitarnya memandang miring perempuan itu, Dolly kecil justru terpesona.

Pengalaman masa kecil tersebut membentuk prinsip hidup Dolly yang tidak pernah meminta maaf atas pilihannya dalam mengekspresikan diri. “Saya hanya berpikir dia sangat cantik. Ketika orang-orang berkata, ‘She ain’t nothing but trash,’ saya selalu menjawab, ‘Well, that’s what I’m gonna be when I grow up.’”

Filosofi hidup inilah yang kini dihidupkan kembali oleh para penggemar melalui kreasi nail art kupu-kupu, kuku glitter, hingga warna merah menyala, membuktikan bahwa warisan Dolly Parton akan terus hidup dan bersinar melalui jari-jemari yang penuh warna.